Iklan

696 GURU GAGAL IKUT UKG TAHUN 2016, INI PENYEBABNYA !

Assalamualaikum wr wb,,,,,,,,,,,,,, Selamat dapat disitus kuambil.com yang pada pagi hari ini akan membagikan informasi mengenai,  Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kota Pekalongan, kemarin (6/10), telah menyelesaikan proses verifikasi dan evaluasi terhadap 3.408 orang calon peserta Uji Kompetensi Guru (UKG) tahun 2015.
Hasilnya, dari 3.408 nama ‘guru’ yang bersumber dari database awal itu, sebanyak 696 diantaranya dinyatakan tidak lolos verval. Artinya, ratusan nama tersebut tidak memenuhi syarat untuk mengikuti UKG yang akan diselenggarakan secara nasional pada pertengahan November mendatang.
Pengelola Tunjangan Profesi Guru (TPG) pada Dindikpora, Mabruri mengungkapkan, terelimimasinya ratusan calon peserta UKG itu karena berbagai alasan. Antara lain, bukan berstatus sebagai guru, sudah mutasi atau pensiun, maupun latar belakang pendidikan yang tidak sesuai mata pelajaran yang diampu.
“Ada yang statusnya bukan guru, tetapi TU maupun pustakawan. Ada pula yang guru tetapi sudah mutasi atau pensiun, serta ada guru yang tidak bisa memilih mata pelajaran yang diikuti karena latar belakang pendidikannya tidak sesuai dengan tugas dia mengajar,” ungkap Mabruri kemarin.
Padahal, salah satu persyaratan yang harus dimiliki setiap guru untuk bisa mengikuti UKG 2015 adalah bersertifikat pendidik mata pelajaran sesuai dengan ijazah yang dimiliki.
“Misalnya, guru TK yang belum bersertifikat pendidik mata pelajaran yang diikuti harus sesuai ijazahnya. Padahal guru tersebut berijazah S1 Pendidikan Agama Islam. Jadi, guru yang bersangkutan tidak bisa mengikuti Uji Kompetensi Guru sebagai Guru TK,” jelas dia.
Mabruri merinci, ratusan nama yang tidak lolos verval itu berasal dari berbagai jenjang, mulai dari TK, SD, SMP, SMA, SMK, hingga SLB.
Antara lain, untuk jenjang TK yang pada data awal calon peserta UKG berjumlah 455 orang, ternyata yang lolos verval berjumlah 436 orang. Begitupun untuk jenjang SD, data awal ada 1.267 guru, ternyata yang memenuhi ketentuan untuk bisa ikut UKG hanya 991 guru.
“Untuk SMP, dari 822 orang, yang tereliminasi ada 233 orang. Sehingga yang berhak ikut UKG mendatang berjumlah 589 orang,” bebernya.
Ia menyatakan, data 2.712 guru calon peserta UKG yang sudah lolos verifikasi itu sudah diinput ke Kemendikbud, dan selanjutnya mendapat nomor peserta UKG 2015.
Adapun UKG secara nasional akan digelar pada 9-27 November mendatang. Tetapi untuk Kota Pekalongan, waktu pasti pelaksanaannya masih akan dikonfirmasikan lagi dengan pusat. “Tapi yang jelas tidak melampaui rentang waktu pelaksanaan UKG yang telah ditentukan,” tandasnya.
UKG di Kota Pekalongan ini akan dilaksanakan secara online. Dindikpora telah menetapkan enam sekolah sebagai tempat uji kompetensi (TUK). Keenam sekolah itu yakni SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, SMAN 4, SMK Muhammadiyah, dan SMKN 2 Pekalongan.
Mabruri menegaskan bahwa UKG 2015 ini sudah merupakan kewajiban untuk diikuti seluruh guru di seluruh Indonesia. UKG ini dilaksanakan untuk memetakan kompetensi guru, dan akan menjadi dasar bagi Kemendikbud untuk menentukan sistem pembinaan dalam rangka meningkatkan kompetensi guru.
(Sumber : tribunnews.com )
Demikian berita yang dapat kuambil.com berikan, semoga ada manfaatnya untuk kita semua, Untuk info dan berita guru lainnya, bisa kunjungi laman  DISINI

1 Response to "696 GURU GAGAL IKUT UKG TAHUN 2016, INI PENYEBABNYA !"

Iklan