PARA GURU HONORER WAJIB BACA, INI KABAR GEMBIRA MENYANGKUT KESEJAHTERAAN GURU HONORER !


Assalamualaikum wr wb,,,,,,,,,,,, Selamat pagi dan selamat datang disitus kuambil.com yang pada pagi ini akan membagikan informasi mengenai ,   Ini kabar gembira untuk para guru honorer. Pemerintah pusat telah meminta pemerintah daerah mengakomodir para guru yang tak mendapat gaji dari APBD untuk menjadikan mereka pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Menurut Budi, dengan diangkat menjadi PPPK, maka pendapatan para guru honorer tersebut akan  seimbang dengan pegawai yang sudah berstatus pegawai negeri sipil (PNS). Sedangkan penggajiannya akan diberikan oleh pemerintah pusat, bukan oleh pemerintah daerah.




''Kalau untuk diangkat sebagai PNS, memang sulit. Hal ini karena ada kebijakan tiga menteri yang menerapkan zero growth pengadaan CPNS. Namun dengan adanya sistem PPPK, hal ini tentu akan memecahkan persoalan perbaikan nasib guru honorer. Karena APBD daerah tidak mungkin mengkover semua kebutuhan honor bagi para guru honorer,'' ujar Pejabat Bupati Purbalingga Budi Wibowo di Purbalingga, Ahad (11/10).




Dengan adanya kebijakan ini, Budi menyatakan, para guru tidak perlu menggelar aksi demonstrasi lagi. ''Kasihan anak didik di sekolah, kalau para guru honorer terlalu sering menggelar demo. Bagaimana pun, kegiatan belajar-mengajar siswa tentu akan terganggu,'' katanya.

Budi mengakui, saat ini memang terjadi kesenjangan yang cukup lebar antara gaji guru PNS dan gaji guru honorer. Di satu sisi, guru yang berstatus PNS bisa menikmati gaji cukup besar ditambah dengan tunjangan profesi. Sementara kebanyakan guru honorer, hanya bisa mendapat honor sekadarnya.

Dia mengatakan, guru PNS yang mendapat tunjangan profesinya, penghasilannya  saat ini sudah melebihi gaji seorang bupati yang hanya Rp 6 jutaan per bulan. Sementara gaji guru honoror, tercover dalam APBD hanya mendapat honor Rp 550 untuk guru honorer SD dan Rp 475 untuk guru honorer di SMP dan SMA.




Sementara untuk guru SLTA dan SLTP yang tidak tercover dalam APBD, kebanyakan hanya mendapatkan honor dari dana BOS serta komite sekolah rata-rata Rp 200 ribu per bulan. ''Kalau melihat kondisi ini, memang terkesan menjadi tidak adil. Padahal kewajiban guru honorer, tidak berbeda dengan guru PNS,'' katanya.

(Sumber : republika.co.id )




Demikian berita yang dapat kuambil.com berikan, semoga ada manfaatnya untuk kita semua, Untuk info guru lainnya, bisa kunjungi laman  DISINI

4 Responses to "PARA GURU HONORER WAJIB BACA, INI KABAR GEMBIRA MENYANGKUT KESEJAHTERAAN GURU HONORER !"

  1. yg mana sebenarnya yg dimaksud guru honorer & guru sukarela

    ReplyDelete
  2. Bukan guru aja wajib Baca .... bangunlah kebiasaan membaca untuk semua orang..... kalau ini bisa tercapai .... korupsi akan lenyap sendirinya

    ReplyDelete
  3. tugas guru honorer begitu berat, namun kadang terkesan tidak adil. Mengapa teman-teman guru honorer di lingkungan depag, Mts, Min, MA baik di swasta maupun negeri lebih beruntung karena banyak kesempatan untuk mendapatkan tunjangan sertifikasi, begitu juga yang di lingkungan Dinas prndidikan sekolah swasta sebagian besar sdh mendapatkan tunjangan sertifimasi....bagaimana sekolah negeri? Sampai sejauh ini tidak ada kesempatan. Padahal tugas yg dilakukan sangat berat....mudah-mudahan kami bisa di sejajarkan dengan yang lain.....

    ReplyDelete