KEBIJAKAN BARU KEMDIKBUD PARA GURU DIMINTA BUAT RENCANA PEMBELAJARAN SENDIRI

Kuambil.com - Assalamualaikum wr wb,,,,,,,,,,, Selamat malam rekan-rekan guru semua yang berada diseluruh Indonesia, malam ini kuambil.com akan memabgikan informasi mengenai,,,,,,,,,,,

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan ingin agar keberagaman budaya tertanam pada generasi muda melalui pelajaran di sekolah. Ia pun membebaskan para guru di seluruh Indonesia untuk membuat rencana pembelajaran atau silabus sesuai dengan kearifan lokal di daerahnya masing-masing.

Mendikbud Anies Baswedan menjelaskan sebanyak 7,6 Juta peserta UN terbagi dari SMP & SMA, Sederajat se-Indonesia melakukan UN serentak pada Senin 4 April Mendatang, Jakarta, Jumat (1/4/2016). (Liputan6.com/Johan Tallo)

"‎Sekarang sekolah harus menyelesaikan sendiri silabusnya. Kalau silabus dikunci dari Jakarta semua, tidak akan ada keberagaman," ujar Menteri Anies di Kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Senin (18/4/2016).

‎Selama ini kurikulum diseragamkan dari pusat. Sehingga para pengajar terfokus untuk menyelesaikan materi yang telah dikunci dari pemerintah pusat. Dengan kebijakan ini, kata Anies, diharapkan para guru mampu memacu kreativitas dalam menyesuaikan kurikulum sesuai kondisi sekolah dan siswa yang diajar.

"Guru-guru kita ini banyak yang kreatif. Tapi masalahnya banyak yang bilang, kalau saya berbeda, saya melanggar aturan, akhirnya dikerjakan diam-diam. Kalau ada pengawasan, baru mereka ikuti aturan kita. Sekarang enggak. Kita kasih ruang," tutur dia.

Namun, lanjut Anies, bukan berarti kebebasan tersebut tanpa pengawasan dari pemerintah. Sebab pemerintah pusat akan menyiapkan standar kompetensi. Selanjutnya, kata dia, para guru mengembangkan dengan membuat silabus sendiri sesuai kondisi lingkungannya. 

‎"Jadi harapannya, keragaman dan kreativitas muncul di situ," pungkas Anies

Sumber : liputan6

Demikian info yang dapat kuambil.com berikan, semoga ada manfaatnya untuk kita semua, Untuk info terbaru lainnya bisa kunjungi laman    DISINI

3 Responses to "KEBIJAKAN BARU KEMDIKBUD PARA GURU DIMINTA BUAT RENCANA PEMBELAJARAN SENDIRI"

  1. Terkendala ujian nasional, Pak. Dan lagi RPP kalau sesuai kemauan guru, pasti guru inginnya untuk 1 kali tatap muka cukup selembar. Nyatanya juklak RPP tidak memungkinkan selembar selesai. Bisa 4-5 lembar untuk sebuah RPP penggalan. Tapi kalau selembar bisa, ya Saya akan buat itu, seperti yang sudah pernah Saya LAKUKAN.

    ReplyDelete
  2. Waduuuh pak menteri punya 1001 kebijakan. Belum lega kita duduk nafas dah ada kebijakan baru. Apa nggak bisa bikin kebijakan dengan kajian yg lebih valid. Manfaatin balitbang dong pak menteri

    ReplyDelete
  3. Itu mah bukan kebijakan baru pak, sudah dari tahun 2004 kita menyusun silabus sendiri, sejak tahun 1945 guru menyusun RPP sendiri, bahkan bukan cuma itu, kita juga menyusun sendiri tiap semester: Program Tahunan (PROTA),
    Program Semester (PROSEM),
    Perhitungan Minggu Efektif (PME),
    Perhitungan Alokasi Waktu (PAW),
    Rancangan Penilaian,
    Analisis SK-KD dan KI-KD,
    Analisis Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM),
    Program Pertemuan (PROPER) Kegiatan Pembelajaran Harian,
    Kalender Pembelajaran per Mata Pelajaran,
    Absensi dan Penilaian,
    Jurnal Kegiatan Belajar Mengajar (KBM),
    Dokumen Bahan Ajar, termasuk yang berbasis teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK),
    Silabus,
    Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), PIYE TO IKI??????

    ReplyDelete