Iklan

2 MENTERI TIBA-TIBA '"DISANDERA" HONORER ! INI PENYEBABNYA...

Kuambil.com - Assalamualaikum wr wb,,,,,,,,,, Selamat siang rekan-rekan guru semua yang berada diseluruh Indonesia,,,,,,,, 

Perwakilan bidan desa dengan status pegawai tidak tetap (PTT) menyandera Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (PAN RB) Yuddy Chrisnandi dan Menkumham Yasonna Laoly. Kedua menteri itu langsung diadang usai menghadiri acara peluncuran Politeknik Ilmu Pemasyarakatan di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemenkumham, Depok.

Dua menteri 'disandera' bidan desa honorer minta kejelasan status

Kedua menteri itu sempat merasa kaget atas pengadangan itu. Namun akhirnya beberapa perwakilan dari 12 provinsi diterima menteri. Pengadangan itu dilakukan lantaran nasib bidan desa PTT merasa digantung.

Sekjen Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Tuminah, mengatakan, kedatangan mereka untuk meminta ketegasan jawaban. Sebab, hingga kini mereka masih merasa digantung statusnya. Mereka mengeluhkan soal prosedural yang harus dilalui untuk menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

Menurut dia, secara teknis mereka harus tetap mengikuti Computer Assisted Test (CAT). Padahal, sehari-hari mereka bertugas di wilayah pedalaman yang jauh dari jangkauan internet. "Ada sekitar 2.600 bidan desa yang usianya di atas 35 tahun dan belum diangkat," kata Tuminah, Selasa (3/5).

Secara teknis, kata dia, para bidan ini kesulitan dan keberatan dengan prosedural itu. Oleh sebab itu, mereka meminta kebijaksanaan pemerintah terhadap nasib ribuan bidan desa itu. Para bidan desa itu mengabdi di desa-desa terpencil dan sudah belasan tahun.

Mereka juga melayani masyarakat yang kesulitan mengakses layanan kesehatan. Karena tidak ada tenaga medis di desa terpencil, mereka juga harus menolong para ibu melahirkan di desa terpencil. "Kami ingin segera dibuatkan payung hukum supaya bisa menjadi PNS, bukan P3K karena masa kerja mereka sudah sampai ada yang tiga kali perpanjangan, masa sih tidak dihargai," keluhnya.

Melihat kondisi ini, Menteri Yuddy mengatakan, pihaknya sedang memperjuangkan nasib 2.600 bidan desa berumur di atas 34 tahun. Namun, kata dia, ini harus dilakukan dengan lintas kementerian.

Yuddy berjanji pembahasan payung hukum ini menjadi skala prioritas. "Inilah yang sedang dipersiapkan payung hukumnya, tidak cukup Permenpan saja. Tentunya jadi prioritas dan kita hargai pengabdian mereka," kata Yuddy.

Di tempat sama, anggota Komisi VI DPR RI, Rieke Diah Pitaloka mengatakan, nasib para bidan desa ini harus diperjuangkan. Sebab, pengorbanan dan pengabdian mereka sangat berarti. Mereka mengabdi di desa terpencil yang belum tentu tenaga kesehatan muda mau ditempatkan di lokasi tersebut. Sayangnya, ada kendala dalam pengangkatan mereka yaitu soal tes. Pasalnya mereka harus mengikuti CAT. "Bagaimana mereka mengikuti CAT, lokasinya saja terpencil. Seharusnya lebih dikedepankan sisi pengabdiannya dong," kata Rieke.

Sumber : merdeka

Demikian info yang dapat kuambil.com berikan , semoga ada manfaatnya untuk kita semua, Untuk info terbaru lainnya bisa kunjungi laman    DISINI

1 Response to "2 MENTERI TIBA-TIBA '"DISANDERA" HONORER ! INI PENYEBABNYA..."

Iklan