SELURUH PNS FIKTIF WAJIB KEMBALIKAN GAJI ! JIKA TIDAK INI SANKSI YANG AKAN DIBERIKAN !

Kuambil.com - Assalamualaikum wr wb,,,,,,,,,,,, Selamat pagi rekan-rekan guru semua yang berada diseluruh Indonesia, pagi ini kuambil.com akan membagikan informasi mengenai,,,,,,,,,

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meminta gaji yang telah diterima pegawai negeri sipil (PNS) fiktif segera dikembalikan. PNS fiktif ini ditemukan setelah adanya penyesuaian sistem dimana setiap PNS harus mendaftar dan melakukan pemutakhiran data secara elektronik melalui E-PUPNS.


“Ya suruh kembalikan. Atasannya kita kasih sanksi. Kalau kerugiannya, saya nggak tahu. Karena ada beberapa PNS yang sudah tidak aktif tapi masih digaji. Ya, suruh kembalikan,” ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (29/4)

Menurutnya, ditemukannya data PNS fiktif ini setelah Pemprov DKI memberlakukan sistem online. Dia mengatakan, banyak PNS yang sudah berhenti atau dipenjara karena kasus hukum tapi masih menerima gaji dari pemerintah.

“Salah satunya ada di Biro KDH. Dia pakai narkoba, ditangkap. Sejak itu, saya belajar dari mereka dan minta untuk membuat pendaftaran secara elektronik. Jadi, masing-masing pegawai harus daftar. Dari situlah kita jadi tahu, ada pegawai yang kerja dan nggak kerja. Ditambah dengan sistem KPI. Nah, kalau kamu nggak ada sistem elektronik, 70 ribu lebih pegawai nggak bisa dikontrol,” ungkap dia.

Dikatakan Ahok, khusus PNS yang terkena kasus hukum, pemerintah akan memberhentikannya langsung secara hormat sesuai Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN). Dalam aturan itu, setiap PNS yang dipecat itu tidak akan menerima gaji tapi akan tetap menerima dana pensiun.

Sistem E-PUPNS

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Agus Suradika mengatakan dari catatan Badan Kepegawaian Negara (BKN), ada 1.848 pegawai yang masih tercatat sebagai PNS DKI. Jumlah tersebut merupakan selisih dari data yang dimiliki BKN dengan yang dimiliki Pemprov DKI.

“Tidak ada PNS fiktif di Pemprov DKI. PNS fiktif itu pengertian orangnya tidak ada, tetapi datanya ada dan dibayar gajinya. Itu baru fiktif. Kalau seperti itu kan berarti ada kerugian negara,” katanya.

Sejak menggunakan sistem E-PUPNS sejak tahun 2015, katanya, PNS DKI wajib melakukan verifikasi ulang agar terdaftar sebagai PNS DKI. Dari sistem itu, ada 1.848 orang yang belum melakukan daftar ulang dalam sistem. Alasannya, bukan karena lupa, tetapi kebanyakan karena sudah pensiun. 

“Mereka memang tidak perlu melakukan verifikasi karena sudah bukan PNS lagi. Jadi bukan PNS fiktif tetapi memang bukan PNS,” imbuhnya.

Adapun, dari 1.848 orang tersebut, 780 orang di antaranya sudah pensiun, 371 orang diberhentikan dengan hormat, 211 orang meninggal dunia, 55 orang berhenti dengan tidak hormat, 4 orang mengundurkan diri, dan 27 orang diberhentikan sementara.

“Dari 1448 ini, sebanyak 332 orang masih kita telusuri namun dipastikan tidak menerima gaji. Sisanya 68 orang yang masih tercatat sebagai pegawai DKI, masih menerima gaji, namun belum mendaftar ulang,” katanya. 

Sumber : koran-jakarta

Demikian info yang dapat kuambil.com berikan, semoga ada manfaatnya untuk kita semua, Untuk info terbaru lainnya bisa kunjungi laman    DISINI

0 Response to "SELURUH PNS FIKTIF WAJIB KEMBALIKAN GAJI ! JIKA TIDAK INI SANKSI YANG AKAN DIBERIKAN !"

Post a Comment