Iklan

BUPATI PURWAKARTA MEMBUAT KEBIJAKAN LARANGAN MASUK SEKOLAH NEGERI BAGI SISWA NAKAL YANG ORANG TUANYA TIDAK SENANG JIKA GURU MEMBERI SANKSI !

Kuambil.com - Assalamualaikum wr wb,,,,,,,,,,,, Selamat pagi rekan-rekan guru semua yang berada diseluruh Indonesia, pagi ini kuambil.com akan membagikan berita mengenai.............

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengancam akan mengembalikan siswa nakal ke orang tuanya dan melarang siswa nakal itu melanjutkan pendidikan ke sekolah negeri yang ada di Purwakarta.

"Kebijakan itu hanya diberlakukan bagi siswa nakal yang tidak mau diatur oleh pihak sekolah, dan orang tuanya keberatan jika anaknya itu diberi sanksi oleh pihak sekolah," katanya, di Purwakarta, Senin (6 Juni 2016).


Ia mengaku mengeluarkan kebijakan itu, karena beberapa waktu lalu terjadi peristiwa yang cukup mengagetkan di SD Negeri Ciwareng I, Desa Ciwareng, Kecamatan Babakan Cikao, Purwakarta.

Dedi menceritakan, dalam peristiwa itu, Kepala SD Negeri Ciwareng I bernama Sakri menegur salah seorang siswanya karena dinilai nakal, dengan cara mencubit bagian perut siswa. Tetapi ternyata, siswanya tidak terima diperlakukan seperti itu, dan akhirnya siswa tersebut mengadu ke orang tuanya.

Si orang tua siswa itu lalu memanggil kepala sekolah. Saat bertemu, ternyata si kepala sekolah itu dipaksa membuat surat pernyataan telah berbuat kekerasan kepada salah seorang siswanya yang merupakan anak si orang tua itu.

Kepala sekolah itu juga sempat dicaci-maki dan sempat mendapat ancaman dari orang tua siswa. Merasa tidak senang anaknya diperlakukan kasar orang tua siswa yang dianggap nakal itu kemudian melapor ke polisi terkait dugaan kekerasan fisik yang telah dilakukan kepala sekolah.

Mendengar cerita seorang kepala sekolah yang harus berurusan dengan orang tua siswa seperti itu, bupati akhirnya turun tangan, guna menyelesaikan persoalan tersebut.

Di hadapan kepala sekolah dan orang tua siswa, bupati menyatakan akan memberi sanksi dua pihak itu. Bagi kepala sekolah, itu akan diperiksa oleh Inspektorat, dan bagi siswa nakal itu akan dikeluarkan dari sekolah dan dikembalikan ke orang tuanya.

"Atas nama bupati, atas nama negara, saya mengembalikan siswa itu ke orang tuanya. Biarkan orang tuanya mendidik anak sendiri. Si anak itu dilarang untuk masuk sekolah negeri, karena khawatir peristiwa melawan kepada kepala sekolah terulang kembali," kata dia.

Dedi menganggap wajar kalau kepala sekolah atau guru menegur anak didiknya, termasuk sambil mencubit bagian perutnya. Itu dinilai sebagai tindakan wajar.

"Tetapi setelah musyawarah, akhirnya masing-masing saling berjabat tangan dan saling memohon maaf," kata bupati.

Ia menilai, ke depannya akan memberlakukan ancaman larangan masuk ke sekolah negeri bagi siswa nakal yang orang tuanya tidak senang jika gurunya menegur dan memberi sanksi kepada si anak.

"Peristiwa yang terjadi di SD Negeri Ciwareng I biar saja jadi pelajaran. Nantinya kita terapkan kebijakan mengembalikan siswa nakal ke orang tuanya, dan kemudian melarang siswa nakal itu masuk ke sekolah negeri," kata dia.

Sumber : otonominews

Untuk info guru terbaru lainnya, bisa kunjungi laman    DISINI

Demikian info yang dapat kuambil.com berikan, semoga ada manfaatnya untuk kita semua,,,,,,,,,,,,

11 Responses to "BUPATI PURWAKARTA MEMBUAT KEBIJAKAN LARANGAN MASUK SEKOLAH NEGERI BAGI SISWA NAKAL YANG ORANG TUANYA TIDAK SENANG JIKA GURU MEMBERI SANKSI !"

  1. Cuma dicubit... klo perlu pukul kakinya, klo ga mau yauda kluarin bwtul itupak

    ReplyDelete
  2. Guru dah berusaha mendidik dan mengajar, membuat peringatan pd siswa agar menjadi anak yang baik, tp ujung-ujungnya malah dipenjara ya, nista di mata masyarakat orang tua siswa. Mungkin baiknya diperingatkan saja. Klo siswanya ga mau berubah ya sdh anak orang lain kok repot, mau jadi anak seperti apa silakan saja.

    ReplyDelete
  3. out put sinetron indonesia. sedikit angin segar bagi guru. anyway....apa kabar kementrian, udah dengar kabar ini belum???

    ReplyDelete
  4. Pak bupati anda keren sekali... sya dloe nakal dipukul penggaris sampai patah saja, biasa aja . Karna guru bukan orang asing dia orang tua ke 2. Kita nakal dihukum wajar.. biar bisa berubah lbih baek..

    ReplyDelete
  5. hahaha baru dicubit hadeh dulu kita aja digetok kepalanya pake penghapus sama pak guru aja masih bias ketawa2

    ReplyDelete
  6. harus daerah lain seluruh indonesia mengambil contoh kebijakan bupati purwakarta perduli pendidikan, sebuah kebijakan yang harus ditempu nantinya akan membentuk krakter rakyannya yang baik dan berakhlak mulia, demi bangsa dan negara tercinta ini.

    ReplyDelete
  7. Saya acungkan jempol untuk Pak Bupati Purwakarta

    ReplyDelete
  8. Kita guru harus membuat pembelajaran di kelas lebih menarik dan penuh tantangan shg siswa tidak sempat " nakal" contoh sekolah yg penuh kegiatan menarik, ada tambahan materi keagamaan, gurunya kreatif, maka siswa nggak akan aneh2. Coba tengok kelas2 yg ada saat ini dindingya bersih alias tanpa hasil karya siswa, ini menunjukkan bahwa guru kurang kreatif juga. Alasan klasik takut dimarahi KS. Coba kita introspeksi. Masak sampai pak Bupati turun tangan malu lah.

    ReplyDelete
  9. Salut buat Pak Bupati. Sekedar saran buat Guruku di seluruh Indonesia mohon untuk perbaiki juga cara mengajar dan ke ikhlasannya. Karena Guru sangat berperan besar dalam moral anak-anak didiknya. Saran untuk Pak Bupati bila memang ada komisi HAM berulah pada kebijakan Bapak Bupati lebih baik Fasilitasi mereka ( pegawai HAM ) untuk mendidik murid yg tidak bisa d atur, barangkali mereka bisa mendidik sesuai dengan yg aturan HAM.

    ReplyDelete

Iklan