Iklan

BUPATI PURWAKARTA MEMBUAT SURAT EDARAN SISWA YANG BERKARAKTER BURUK , SURUH ORANG TUANYA YANG DIDIK

Kuambil.com - Assalamualaikum wr wb,,,,,,,,,,,,,,,, Selamat pagi rekan-rekan guru semua yang berada diselruh Indonesia, pagi ini kuambil.com akan membagikan informasi mengenai,,,,,,,,,,

Kepala Sekolah SDN 01 Ciwareng, Purwakarta, Jawa Barat, Sakri (47) berselisih dengan orang tua anak didiknya sendiri. Ia diduga menampar secara halus siswanya tersebut karena asyik bercanda saat menjalankan upacara bendera. Arif (10) siswa kelas 6 SD yang terkena tamparan halus tersebut kemudian melaporkan perlakuan sang kepala sekolah kepada orang tuanya, Maman (42).


Merasa geram atas tindakan yang dilakukan oleh Kepala Sekolah, Maman memanggil Sakri dan balik menamparnya sebagai balasan atas tindakan yang dilakukan kepada anaknya tersebut. Kejadian yang terjadi Jumat (3/6/2016) lalu ini mengundang perhatian Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.

Senin (6/6/2016) sore tadi, Dedi memanggil kepala sekolah dan orang tua siswa tersebut ke rumah dinasnya di kawasan Jl Gandanegara No 25 Purwakarta. Dalam suasana yang memanas akibat adu argumentasi dari kedua belah pihak, Dedi akhirnya memberikan solusi untuk kedua belah pihak yang tengah berseteru.

Dedi mempersilakan kepada orang tua siswa agar segera melaporkan perbuatan kepala sekolah yang dianggap melanggar hukum olehnya kepada pihak kepolisian disertai bukti hasil visum. Akan tetapi Dedi memberikan catatan selama proses penyidikan, Arif tidak boleh dulu masuk sekolah. Tak hanya itu, Dedi pun mempersilakan kepada kepala sekolah agar melakukan hal yang sama karena dia telah menerima tamparan dari orang tua siswa.

“Saya persilakan anda semua untuk melapor kepada pihak kepolisian. Kalau perlu ayo saya antar,” kata Dedi dihadapan orang tua siswa dan kepala sekolah tersebut.

Akibat diskusi yang berlangsung alot. Kedua belah pihak akhirnya sepakat untuk berdamai dan mengakhiri perselisihan dengan tidak disertai oleh tuntutan hukum. Dedi kemudian berujar bahwa pihaknya akan mengefektifkan surat edaran yang berisi keharusan untuk memotong nilai siswa apabila didapati siswa memiliki karakter yang jelek.

Apabila karakter buruknya masih belum berubah, dirinya mengaku akan menambahkan pasal dalam edaran tersebut agar siswa seperti itu dapat dikembalikan kepada orang tua untuk dididik secara mandiri. “Besok saya akan cek kesiapan sekolah dalam menerapkan aturan ini. Kalau terus dibiarkan akan berbahaya,” pungkas Dedi.

Sumber : bacakabar

Untuk info terbaru lainnya, bisa kunjungi laman    DISINI

Demikian info yang dapat kuambil.com berikan, semoga ada manfaatnya untuk kita semua.............

0 Response to "BUPATI PURWAKARTA MEMBUAT SURAT EDARAN SISWA YANG BERKARAKTER BURUK , SURUH ORANG TUANYA YANG DIDIK"

Post a Comment

Iklan