Iklan

GURU DAN ORANGTUA MURID SALING MELAPORKAN KE POLISI

Kuambil.com - Assalamualaikum wr wb,,,,,,,,,,,,, Selamat malam rekan-rekan guru semua yang berada diseluruh Indonesia, malam ini kuambil.com akan membagikan informasi mengenai,,,,,,,,,,

Kasus dalam dunia pendidikan yang terjadi di daerah Kecamatan Terentang, Kubu Raya, tampaknya akan berbuntut panjang.

Guru yang melaporkan tindak dugaan penganiayaan oleh orangtua murid, juga bakal dilaporkan balik atas dugaan pelanggaran perlindungan anak dibawah umur.

Kapolsek Terentang, Iptu Bukhari mengatakan pihaknya siap untuk menerima semua laporan. Baik dari pelapor dan terlapor saat ini.

Laporan yang diterimanya sudah dilakukan langkah-langkah adalah laporan dari guru SDN 20 Sungai Radak Baru, Jamila dengan dugaan penganiayaan dari orang tua murid.

"Laporan dari guru sudah kita terima dan diproses yang sifatnya merupakan delik aduan. Namun kondisinya juga berbalik arah. karena informasinya orang tua murid akan balik melaporkan guru dengan kasus ancaman perindungan anak di bawah umur," ujar Kapolsek, Jumat (3/5/2016).

Adapun kronologi awal, mencuatnya kasus ini, berawal ketika guru Jamila memotong rambut sejumlah anak murid SDN 20 Sungai Radak Baru dengan paksa. Hingga kemungkinannya dapat menimbulkan ganguan psikis terhadap sejumlah anak, yaitu tidak mau lagi sekolah.

“Dari situlah sejumlah orangtua murid tidak terima. Beranggapan kejadian yang dilakukan guru sudah berulang kali. makanya mereka kesal yang berujung pada pengguntingan rambut guru wanita ini,” tuturnya.

Namun menurut Kapolsek usai kejadian berujung pada pembuatan laporan dengan dugaan penganiayaan ini, jajaran guru beserta Kepala SDN 20 Sungai Radak Baru mewakili guru Jamila, telah mengadakan kesepakatan damai antara guru-guru dan para orangtua bahwa masalah ini selesai secara kekeluargaan.

Pernyataan itu dituangkan dalam surat pernyataan bahwa guru tidak akan mengulangi lagi perbuatannya terhadap murid.

“Kesepakatan itu terjadi pada tanggal 21 Mei dari kejadian berselang tiga hari sebelumnya, tanggal 19. Tapi pada tanggal 24, guru Jamila masih membuat laporan ke Polsek. Ya, tentunya tetap kita terima dan langsung kita lakukan lakukan langkah-langkah dari menyita barang bukit dan pemanggilan saksi-saksi. Dengan begitu sebenarnya laporan ini sudah gagal demi hukum karena sudah ada kesepakatan sebelumnya,” ungkap Bukhari.

Untuk itu, Polsek dalam waktu dekat akan melakukan mediasi ulang antara kedua belah pihak. Jika memang tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan tetap akan diproses sesuai hukum hingga selesai. Bahkan siap menerima dua laporan dari satu kasus ini.

“Kita siap kalau memang nantinya dalam satu kasus ini muncul dua laporan. karena dalam kasus ini, dari laporan guru sebagai korban atas dugaan penganiayaan. Sementara dari perkara lainnya adalah perlakukan guru terhadap murid, ancaman perindungan terhadap anak dibawah umur dan cukuo berat ancamannya 7 tahun kurungan sebab ini kriminal murni," jelas Bukhari.

Sumber :  tribunnews

Untuk info terbaru lainnya, bisa kunjungi laman    DISINI

Demikian info yang dapat kuambil.com berikan, semoga ada manfaatnya untuk kita semua...............

0 Response to "GURU DAN ORANGTUA MURID SALING MELAPORKAN KE POLISI"

Post a Comment

Iklan