POTONG GAJI UNTUK INFAQ? SIMAK PENJELASAN GURU BESAR UIN ALAUDDIN

Kuambil.com - Assalamualaikum wr wb,,,,,,,,,,,,,,, Selamat pagi rekan-rekan guru semua yang berada diseluruh Indonesia, pagi ini kuambil.com akan membagikan informasi mengenai..........

Beragam problematika hadir di kalangan umat muslim tentang Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS). Termasuk aturan mengenai pemotongan gaji untuk infaq yang dilakukan oleh pemerintah. Seperti apakah aturan dalam Islam mengenai perkara tersebut.

Click Download to save this image

Guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Prof. Arifuddin Ahmad mengatakan, pemotongan gaji untuk infaq sesungguhnya adalah tanggung jawab pemerintah.

"Sebenarnya ini bukan barang baru, saya kira sudah ada kebijakannya. Tapi bukan infaq namanya tapi zakat profesi. Dan memang itu wajib dilakukan oleh pemerintah. Termasuk jika ada aturan pemotongan gaji untuk infaq tersebut", jelasnya.

Pemotongan gaji untuk infaq, lanjut Arifuddin sebenarnya dilakukan apabila seseorang belum diwajibkan mengeluarkan zakat. Atau dalam Islam disebut nishab, makna nishab di sini adalah ukuran atau batas terendah yang telah ditetapkan oleh syar’i (agama) untuk menjadi pedoman menentukan kewajiban mengeluarkan zakat bagi yang memilikinya, jika telah sampai ukuran tersebut maka setiap orang wajib mengekuarkan zakat. Jika belum wajib baginya untuk mengeluarkan zakat.

"Sehingga tidak perlu dipermasalahkan lagi sebenarnya karena zakat ataupun infaq itu adalah kewajiban pemerintah untuk mengelolahnya," demikian Arifuddin. Rabu (22/6/2016). 

Sumber : rakyatku

Untuk info terbaru lainnya, bisa kunjungi laman   DISINI

Demikian info yang dapat kuambil.com berikan, semoga ada manfaatnya untuk kita semua,,,,,,,,,,,,,,,

0 Response to "POTONG GAJI UNTUK INFAQ? SIMAK PENJELASAN GURU BESAR UIN ALAUDDIN "

Post a Comment