Iklan

SOAL KOKURIKULER , FSGI MENILAI MENDIKBUD TAK PAHAM SOAL PENDIDIKAN KARAKTER

Kuambil.com - Assalamualaikum wr wb,,,,,,,,,,,,,,, Selamat siang rekan-rekan guru semua dan salam sejahtera untuk kita semua, siang ini kuambil.com akan membagikan informasi mengenai,,,,,,,,,

Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menolak gagasan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy tentang program kokurikuler.


Sekretaris Jenderal FSGI Retno Listyarti berharap adanya kajian lebih lanjut terhadap kokurikuler. Gagasan itu sebelumnya dikenal publik dengan sebutan “full day school”.

“Semoga hanya wacana. Gagasan itu masih perlu dikaji dan didialogkan. Karena ide yang niatnya baik, belum tentu pas dengan apa yang dibutuhkan para siswa,” kata Retno dalam pesan singkat, Jumat (12/8).

Retno menilai Muhadjir gagal memahami makna dan metode pembelajaran pendidikan karakter. Pendidikan karakter, kata dia tidak harus diajarkan melalui jam tambahan di sekolah.

“Pendidikan karakter dilakukan terus menerus oleh semua guru. Tidak harus melalui jam belajar tambahan maupun melalui kokurikuler,” ucap Retno.

Menurut Retno, pendidikan karakter dapat dilakukan di sekolah maupuan di rumah. Bahkan, lanjut dia, rumah adalah tempat penanaman karakter yang pertama dan utama.

Belum Nyaman

Menurut dia, aktivitas siswa di sekolah seharian tak menjamin kegiatan belajar-mengajar berjalan efektif. Sebab, sekolah belum tentu bisa menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi siswa.

“Banyak siswa justru merasa sekolah bukan tempat yang aman dan nyaman. Misalnya maraknya kekerasan yang terjadi di sekolah,” beber Retno.

Menurut Retno, sebagian besar siswa beranggapan sekolah bukan sebagai taman yang menyenangkan, melainkan seperti sebuah penjara. Hal itu terkait dengan metode sekolah dalam mendisiplinkan siswa.

“Karena sekolah kerap mendisiplinkan siswa dengan cara-cara yang tidak partisipatif, banyak mengatur dan menghukum,” ucap Retno, seperti dilansir kompas.com.

Retno menuturkan, pembuatan kebijakan pendidikan harus perhitungkan hak siswa, kebutuhan siswa, dan kepentingan siswa.

Ia menilai kebijakan pendidikan yang melanggar hak-hak siswa akan membuat siswa semakin tertekan.

“Biarkan anak-anak menikmati masa kanak-kanak dan remaja dengan bahagia, tidak terbebani,” ujar Retno.

Gagasan kokurikuler yang dicetuskan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menuai polemik di masyarakat.

Berbagai pihak dari mempertanyakan penerapan kokurikuler. Masyarakat bahkan membuat petisi dalam jaringan berjudul “Tolak Pendidikan “Full Day”/SehariPenuh di Indonesia”.

Namun demikian, Muhadjir mengatakan wacana kokurikuler tetap berjalan. Menurut Muhadjir, penerapan kokurikuler akan terus dikaji dan disiapkan teknis pelaksanaannya.

“Full day (sehari penuh) jalan. Teknisnya belum, tetapi insya Allah jalan,” kata Mendikbud seusai berkunjung ke SMK Muhammadiyah Imogiri Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (10/8).

Sebelumnya, dalam kesempatan yang berbeda, Muhadjir mengaku tidak bermasalah jika program kokurikuler batal diterapkan. Muhadjir mengatakan akan mencari program lain yang lebih tepat untuk masyarakat.

“Kalau tidak (diterapkan) ya enggak apa-apa, kami tarik (programnya) saya coba cari pendekatan lain,” ujar Muhadjir di bilangan SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (9/8). 

Untuk info guru lainnya, bisa kunjungi laman     DISINI

Sumber : radarpekalongan

Demikian berita yang dapat kuambil.com berikan, semoga ada manfaatnya untuk kita semua............

0 Response to "SOAL KOKURIKULER , FSGI MENILAI MENDIKBUD TAK PAHAM SOAL PENDIDIKAN KARAKTER "

Post a Comment

Iklan