GAJI GURU KALAH DENGAN BURUH PABRIK, BAGAIMANA GURU FOKUS MENINGKATKAN PROFESIONALITAS ?

Assalamualaikum wr wb dan Salam sejahtera untuk kita semua...

Pendidikan merupakan poros dari kemajuan bangsa. Maju atau tidaknya suatu bangsa, akan ditopang salah satunya oleh faktor pendidikan. Pendidikan yang berkualitas sangat ditentukan oleh sistem yang sesuai dan pendidik yang profesional. 


Profesionalitas seorang pendidik dibangun atas kebijakan pemerintah akan pemenuhan hak seorang pendidik dan juga dibangun dari dalam diri pendidik itu sendiri. Seefektif apapun kebijakan pemerintah jika tidak didukung dari kemauan dan semangat untuk lebih profesional pada diri pendidik, sama saja seperti pepesan kosong, begitu pula sebaliknya.

Tidak kita pungkiri bahwa sampai sekarang masih ada gaji guru khususnya guru honorer sangat rendah, jauh dari UMR/UMK buruh pabrik. Guru honorer hanya diberi alokasi 15 % dari dana BOS sesuai petunjuk teknis yang ditetapkan oleh pemerintah. Jika kita melihat potret guru honorer di Kota Kudus, menurut salah seorang guru honorer yang dimuat dalam portal kudus-online.com menuturkan mendapat gaji hanya sebesar Rp 200.000. 

Padahal UMK di Kota Kudus tahun 2015 sebesar Rp 1.380.000, sangat terlihat kesenjangannya bukan? Guru yang merupakan profesi terdepan dari pendidikan, gaji yang diterimanya kalah dengan buruh. Lanjut penuturan guru tersebut bahwa gaji sebesar itu, tentu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga karena sebagian besar habis untuk biaya transportasi ke sekolah. 

Dalam sepekan, guru mata pelajaran Bahasa Indonesia itu hanya mendapat kesempatan mengajar selama tiga hari, sedangkan ongkos transportasinya setiap kali mengajar untuk membeli premium sekitar Rp10.000. Jika diakumulasikan pengeluaran dalam sebulan untuk membeli premium yaitu sebesar Rp 120.000, hanya sisa Rp. 80.000 per bulannya. 


Bagaimana pendidik dapat meningkatkan profesionalnya, jika masih ada keterbatasan dalam menopang biaya hidup?apa cukup profesional itu dengan mengikuti program sertifikasi dari pemerintah?apa tidak perlu di upgrade dan selalu dikembangkan?dana sertifikasi dari pemerintah turun pada priode-priode tertentu. 

Apakah guru memenuhi kebutuhan hidup dan kehidupannya dalam periode-periode tertentu juga? sungguh ironis kondisi orang-orang terpelajar yang berusaha untuk membekali generasi penerus bangsa dengan ilmu. Jika gaji guru honorer disamakan dengan UMK setempat, maka kesejahteraan guru akan meningkat dan peluang  guru pun dapat meningkatkan kualitasnya sebagai pendidik sangat besar. 

karena pendidikan yang bermutu tinggi sangat didukung oleh kualifikasi atau profesionalitas yang tinggi dari pendidik. Serta profesionalitas pendidik sangat didukung salah satunya oleh kesejahteraan yang sangat diperhatikan oleh pemerintah. Sehingga, guru bukan lagi pahlawan tanpa tanda jasa. Tetapi guru adalah pahlawan yang sangat dihargai jasanya bagi kemajuan Indonesia yang berkelanjutan.

(Sumber : kompasiana.com)

Demikian berita dan informasi terkini yang dapat kami sampaikan. Silahkan like fanspage dan tetap kunjungi situs kami di www.kuambil.com. Kami senantiasa memberikan berita dan informasi terupdate dan teraktual yang dilansir dari berbagai sumber terpercaya. Terima Kasih atas kunjungan anda semoga informasi yang kami sampaikan ini bermanfaat. Untuk info terbaru lainya silakan kunjungi laman DISINI..!!!
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "GAJI GURU KALAH DENGAN BURUH PABRIK, BAGAIMANA GURU FOKUS MENINGKATKAN PROFESIONALITAS ?"

Post a Comment