KEHIDUPAN GURU HONORER, KOMEDI ATAU TRAGEDI ???

Assalamualaikum wr wb dan Salam sejahtera untuk kita semua...

Kuambil.com - Jadi guru jujur berbakti memang makan hati . “itulah sepenggal bait lagu iwan fals yang berjudul “Oemar Bakri “sebuah kalimat yang ternyata mewakili perasaan guru honorer seperti saya.


“Saya adalah Fitri Andriani (32), guru kelas di SDN Semparu , dimasa penabdian saya selama 12 tahun lebih belum juga diangkat menjadi pegawai Negeri Sipil (PNS).

Saya mengajar dari tahun 2004 sampai sekarang. Seingat saya sudah lebih dari 3 kali saya ikut CPNS

Berkas sih masuk (lulus), masa kerja juga, tapi nggak tahu apa lagi pertimbangannya. Tahun 2003 buktinya saya mengikuti tes, CPNS, ujian tulis lulus 100% gak taunya ada istilah tes wawancara lg,nah disana ceritanya orang bermain atau yang biasa kita dengar menggunakan pelican. Kenapa saya bilang begini sudah jelas karena saat itu saya hanya ditanya dengan satu pertanyaan itupun pertanyaan masalah rukun islam, setelah sya jawab mereka hnya bilang selamat anda lulus dan tinggal tunggu SK.

Singkat cerita waktu nunggu SK kluar sesuai dengan jadwal, saya dan kalau nggak salah 6 orang teman SKnya ngak keluar . memang nasib belum berpihak pada saya dan tidak itu saja,,,,,,

Konsistensi saya mengabdi tidak pernah tanggung – tanggung dalam mencurahkan waktu untuk pendidikan. Itu terbukti dari 12 tahun lebih masa pengabdian saya.

Namun, saya merasa belum mendapat perhatian yang setimpal dari pemerintah .sebab, terlihat jelas pada masa pengabdian saya belum juga diangkat sebagai PNS.

Tak hanya sampai disitu “ perasaan sedih juga sering sekali muncul saat saya merasakan mendapat intimidasi dari pihak sekolah ataupun sesame guru. Hal itu didapati ketika saya tidak dimasukkan pada data dapodik . Padahal waktu itu saya sudah jelas sebagai wali kelas, mirisnya saya ditaruh sebagai guru bidang studi yaitu mulok itupun dari kelas IV- VI yang hanya beban mengajarnya 6 jam perminggu.

“ sedih memang sedih ketika saya ingat kejadian itu.

Ketika pengusulan TF (Tunjangan Fungsional ) saya yang disuruh pergi anter berkas ke dinas tapi semua itu ngak ada artinya, karena dasarnya adalah data dapodik harus terpenuhi jumlah beban mengajarnya 24 jam perminggu. Syarat yang mendukung harus mempunyai NUPTK.

Saya dari 3 teman guru honor, terbilang guru yang paling lama mengabdi di SDN Semparu ini, sedangkan yang lain termasuk guru baru, yang dimasukkan data dapodik bahkan tidak mempunyai NUPTK sebagai dasar mendapatkan tunjangan dari pusat.

Tapi,,, itu mungkin karna teman yang ngk punya NUPTK ini menjdi operator disekolah yaa gampang saja ngerubah data teman, makanya semenjak lewat online sudah 3 tahun tidak pernah mendapatkan tunjangan dari pusat, bisa dikatakan karena permainan operator”. Tapi, dalam hati berkata yaaa sudahlah rizki itu belum untuk saya.

Terakhir, hal yang tidak dapat dihindari sewaktu, saya harus melihat slip gaji eiiits lebih pantes bilang apa ya? Honor saja, mirisnya lagi, saya mengaku harus menyaksikan teman guru yang sudah PNS menerima banyak tunjangan yang pastinya menjadikan nilai nominal gajinya lebih tinggi.

(Sumber : sekolahguruindonesia.net)

Demikian berita dan informasi terkini yang dapat kami sampaikan. Silahkan like fanspage dan tetap kunjungi situs kami di www.kuambil.com. Kami senantiasa memberikan berita dan informasi terupdate dan teraktual yang dilansir dari berbagai sumber terpercaya. Terima Kasih atas kunjungan anda semoga informasi yang kami sampaikan ini bermanfaat. Untuk info terbaru lainya silakan kunjungi laman DISINI..!!!
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "KEHIDUPAN GURU HONORER, KOMEDI ATAU TRAGEDI ???"

Post a Comment