Kemendikbud Beberkan Ketidaksiapan Pelaksanaan Kurikulum 2013

Assalamualaikum wr wb dan Salam sejahtera untuk kita semua...

Kuambil.com - Perekayasa Utama Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Dr Etty Sisdiana membeberkan ketidaksiapan pelaksanakan Kurikulum 2013 (K-13). 


Ketidaksiapan ditunjukkan salah satunya dengan Instruktur Kabupaten/Kota (IK), sebagai fasilitator K-13 kepada para Guru Sekolah (GS) dinilai belum maksimal.

Tidak hanya itu Dr Etty mengatakan, beberapa IK belum menunjukkan kinerja terbaiknya saat memfasilitatori para GS selama pelatihan, sarana-prasarana juga dikatakan masih ada yang kurang mendukung pelatihan, sehingga GS masih merasakan kekurangan materi yang dibutuhkan untuk menjalankan tugas pembelajaran sesuai K-2013. 

"Waktu pelatihan khususnya untuk materi yang berhubungan dengan pembelajaran, terlalu sedikit. Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) dan Disdik Kab/Kota seharusnya bisa berperan lebih dari ketentuan pada panduannya," jelas Dr Etty, dalam acara Seminar Nasional Pendidikan dan Kebudayaan di Plasa Insan Berprestasi Kemendikbud.

Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Dra Yenny Sukhriani M Ed, yang juga merupakan Guru SMA Negeri 70 Jakarta. Dra Yenny katakan, IK tidak membagikan pengalaman-pengalaman terbaik sesuai dengan yang terjadi di "lapangan". Sehingga diakuinya, hanya teori yang diterima.

"Jadi usai pelatihan kurikulum, kembali seperti dulu. Merasa tidak mendapatkan contoh atau model yang baik dalam pelaksanaan kurikulum," ujar Dra Yenny.

Dra Yenny juga mengatakan, keadaan ini terjadi akibat guru terlalu dimanjakan, misalnya saja telah terbiasa dibuatkan soal untuk peserta didiknya. Meski sewaktu kuliah belajar namun tidak dikembangkan, sehingga guru saat ini tidak dapat membuat soal sesuai ketentuan.

"Selain itu juga diakui tidak ada supervisi soal. Jadi masih tahap pengetahuan, paling tinggi ke aplikasi. Model-model soal itu yang bisa dibuat," kata Dra Yenny.

Maka dari itu Dr Etty memberikan beberapa rekomendasi yakni diperlukan peningkatan peran penyelenggara pelatihan di tingkat daerah (LPMP dan Disdik Kab/Kota), termasuk revitalisasi program yang pernah ada. Selain itu perlu penyempurnaan penyiapan IK dengan sistem seleksi yang lebih ketat termasuk pembinaannya.

Tidak hanya itu, diperlukan kriteria sarana dan prasarana pendukung dan dipenuhi oleh penyelenggara pelatihan. Juga perlu ada kesesuaian antara materi pelatihan dengan kebutuhan Guru.

"Perlu juga penambahan jam untuk materi yang berhubungan dengan tugas guru pada pembelajaran, termasuk peningkatan frekuensi," kata Dr Etty.

(sumber: netralnews.com)

Demikian berita dan informasi terkini yang dapat kami sampaikan. Silahkan like fanspage dan tetap kunjungi situs kami di www.kuambil.com. Kami senantiasa memberikan berita dan informasi terupdate dan teraktual yang dilansir dari berbagai sumber terpercaya. Terima Kasih atas kunjungan anda semoga informasi yang kami sampaikan ini bermanfaat. Untuk info terbaru lainya silakan kunjungi laman DISINI..!!!
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kemendikbud Beberkan Ketidaksiapan Pelaksanaan Kurikulum 2013"

Post a Comment