Kemendikbud: Guru Tak Perlu Taku Mendisplinkan Siswa Karena Sudah Dilindungi Permendikbud

Kuambil.com - Penasehat hukum guru teraniaya meminta MahkamahKonstitusi melakukan pengujian UU 35/2014.

Muhammad Asrun mengatakan, sejumlah guru yang pernah mengalami kekerasan oleh murid yakni Dasrul dan Hanna Novianti Purnama meminta agar tindakan pendisiplinan tidak langsung dipidana.

Hasil gambar untuk permendikbud perlindungan guru

 "Untuk itu, kami meminta agar Mahkamah Konstitusi (MK) melakukan pengujian terhadap Undang-undang 35/2014 tentang Perubahan Atas UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak dan UU 14/2005 tentang Guru dan Dosen," ujar Asrun, Senin (08/06/2017).

Asrun menjelaskan dalam permohonan tersebut, pihaknya meminta agar Mahkamah Konstitusi (MK) membuat tafsir terhadap kedua UU tersebut, terutama terhadap guru yang membuat langkah pendisiplinan agar tidak bisa langsung masuk ke penjara.

Menurut Asrum seorang guru memiliki otoritas dalam mengajar, membimbing dan mengalahkan siswa dalam menjalankan profesinya diperbolehkan menentukan metode pengajaran dalam mendidik siswa selama periode yang digunakan relevan berdasarkan kurikulum dan bersifat manusiawi.

Pemberian hukuman yang merupakan metode klasik dalam pendisiplinan, namun saat ini orang tua bisa jadi akan melaporkannya sebagai bentuk kekerasan.

Dengan berlakunya pasal 9 ayat (1a), pasal 54 ayat (1) UU 35/2014 dan pasal 39 ayat (3) UU 14/2005 telah mengakibatkan ketidakpastian hukum atas persamaan kedudukan di dalam hukum dan pemerintahan serta diperlakukan tidak adil sehingga menjadikan posisi guru sulit untuk menjadi independen akibat tindakan berbagai pihak.

"Salah satunya terkait penegakan kedisiplinan dengan cara pemberian hukuman menjadi tidak wajar dilakukan dengan alasan hak asasi manusia," papar Asrun.

Dia menjelaskan permohonan tersebut bukan meminta norma baru melainkan sekadar tafsir. Menurut dia, guru ketika melakukan kesalahan tidak bisa langsung dipidana, namun dilaporkan dulu ke dewan etik guru.

Asarun memberikan contoh Dasrul yang mengalami kekerasan dan orang tua siswa serta juga dikriminalisasi karena menegur murid yang tidak mengerjakan pekerjaan rumah.

Begitu juga, Hanna Novianti Purnama yang mengalami kekerasan dari muridnya sendiri saat melakukan bimbingan konseling karena muridnya tersebut sering tertidur di kelas.

"Peristiwa itu menunjukkan bahwa tidak adanya perlindungan hukum bagi guru serta menyebabkan murid melakukan tindakan perlawanan atas tindakan pendisiplinan oleh guru," papar dia.

Sementara itu, pihak termohon yang diwakilkan oleh Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Sumarna Surapranata, mengatakan perlindungan guru telah dilakukan melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) 10/2017 tentang Perlindungan Guru. 

Melalui Permendikbud itu, kata Pranata, guru tak perlu khawatir dalam menjalankan tugasnya.

(sumber: netralnews.com)

Demikian berita dan informasi terkini yang dapat kami sampaikan. Silahkan like fanspage dan tetap kunjungi situs kami di www.kuambil.com. Kami senantiasa memberikan berita dan informasi terupdate dan teraktual yang dilansir dari berbagai sumber terpercaya. Terima Kasih atas kunjungan anda semoga informasi yang kami sampaikan ini bermanfaat. Untuk info terbaru lainya silakan kunjungi laman DISINI..!!!
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kemendikbud: Guru Tak Perlu Taku Mendisplinkan Siswa Karena Sudah Dilindungi Permendikbud"

Post a Comment