Kisah Maman Supratman Guru Honorer Berusia 74 Tahun Yang Tetap Ikhlas Mengajar

Assalamualaikum wr wb dan Salam sejahtera untuk kita semua...

Kuambil.com - Semangat masih terlihat di dalam diri Maman. Pria berusia 75 tahun ini beberapa kali memberi instruksi ke murid-muridnya di kelas IX di SMPN 17 Bekasi. Murid-murid diminta membuat gambar produk iklan komersil.

Kisah Maman Supratman Guru Honorer Berusia 74 Tahun yang Serba Bisa - maman.jpg

Beberapa siswa terlihat kebingungan. Mereka tak membawa buku gambar. Maman, kemudian menghampiri dan menanyakan alasan mereka tak membawa buku gambar, padahal pelajaran hari ini adalah seni budaya.

Berbagai macam alasan dikemukakan sejumlah murid. Maman kemudian mencatat nama-nama mereka yang tidak membawa buku. Para siswa ini diminta membuat surat dan ditandatangani orangtua alasan mereka tak membawa buku gambar. Surat itu diserahkan di pertemuan selanjutnya.

Setelah itu, Maman membagikan kertas gambar ke para siswa yang tak membawa buku gambar. Seorang siswa, berbisik ke detikcom yang ikut di dalam kelas. Kalau Guru Maman pasti membagikan kertas gambar, jadi beberapa siswa memang sengaja tidak membawa buku gambar.

"Ayo anak-anak gambar produk iklan komersil, silakan," tegas dia. Ada lebih dari 30 siswa dan siswi di ruangan kelas SMPN 17 Bekasi yang terletak di Pondokgede.

Serempak murid-murid mulai mencorat coret kertas mereka. Sedang Maman berkeliling kelas sambil membawa penggaris kayu. Sambil melihat hasil gambar muridnya, dia memeriksa kebersihan kelas.

"Ini sampah coba diambil, buang ke tempat sampah," kata dia menunjuk ke seorang siswa yang di bawah mejanya ada sampah kertas.

Setelah memutar dari satu meja ke meja lain, Maman kemudian duduk di depan. Beberapa murid menghampiri dan menanyakan hasil gambar mereka.

"Kamu kok gambar pasta gigi seperti ini. Coba nama produknya, pakai nama hasil buatanmu sendiri," jelas dia.

Diskusi dia lakukan dengan siswanya yang maju ke meja guru menanyakan soal gambar. Maman kemudian membantu membuatkan garis dan mengarsir gambar itu.

Dua jam pelajaran hari ini diisi Maman di kelas IX. 1 Jam pelajaran sekitar 40 menit. Sekitar pukul 11.00 WIB, pelajaran seni budaya selesai. Maman mewanti-wanti muridnya agar mengumpulkan tugas menggambar produk iklan itu. 

"Ayo yang belum selesai segera diselesaikan. Jangan sampai push up di depan kelas," kata dia. Selama dua jam pelajaran murid-murid ini diberi kesempatan berkreasi dengan gambar produk iklan.

Setelah selesai mengumpulkan pekerjaan para siswa, sambil berjalan menuju ruang guru Maman bertutur soal nasibnya yang sudah 40 tahun menjadi guru honorer.

"Saya sejak 1976 jadi guru honorer di Bandung. Dulu saya jualan angklung, terus ada sekolah yang nawarin saja jadi guru honorer," terang dia.

Maman memulai karier sebagai guru honorer di Bandung, mengajar seni rupa dan seni musik. Hingga empat tahun kemudian dia pergi ke Bekasi mengikuti tempat tinggal istrinya. Tahun 1980-an, Maman menjadi guru honorer di Bekasi, di dua sekolah SMP. Seperti di Bandung dia mengajar seni rupa dan seni musik.

"Saya lahir tahun 1950-an, waktu ada pengangkatan PNS umur saya 40 tahun jadi sudah tidak memenuhi syarat," lanjut dia.

Suka duka dia jalani sebagai guru honorer. Maman menikah dua kali setelah istri pertamanya meninggal. Dia memiliki lima anak yang sudah bekerja semua. Anda masih penasaran dengan kisah Maman? Ikuti terus berita selanjutnya.

(Sumber : detik.com)

Demikian berita dan informasi terkini yang dapat kami sampaikan. Silahkan like fanspage dan tetap kunjungi situs kami di www.kuambil.com. Kami senantiasa memberikan berita dan informasi terupdate dan teraktual yang dilansir dari berbagai sumber terpercaya. Terima Kasih atas kunjungan anda semoga informasi yang kami sampaikan ini bermanfaat. Untuk info terbaru lainya silakan kunjungi laman DISINI..!!!
loading...

0 Response to " Kisah Maman Supratman Guru Honorer Berusia 74 Tahun Yang Tetap Ikhlas Mengajar "

Post a Comment