GURU SERING MEMPERMUDAH NILAI, INGATLAH AKIBAT FATAL INI!

Kuambil.com - Assalamualaikum wr wb ,,,,,,,,,,, Selamat malam rekan-rekan guru semua dimanapun berada....

“Jangan kuliah di Jerman. Pilih negara lain. Kecuali kamu siap dengan standar yang ketat”.

Itulah kalimat seorang murid yang kutemui bulan lalu, setelah sekian lama dia lulus dari SD tempatku mengajar. Kini, dia kuliah di Jerman. Terlepas dari apakah mayoritas lembaga pendidikan di Jerman menerapkan standar yang ketat atau tidak, saya ingin belajar dari pengalaman muridku tersebut.


Mempermudah anak mendapatkan nilai bagus sama kurang baiknya dengan mempersulit nilai. Keduanya memiliki manipulasi. Mempermudah nilai memiliki risiko yang sangat tidak baik sementara mempersulit nilai menimbulkan tekanan yang bisa mengakibatkan stres.

Jika anda seorang guru dan sering melakukan hal-hal berikut, bisa jadi anda sedang ingin membahagiakan peserta didik dengan mempermudah nilai.


Sering memberikan nilai tambah agar naik kelas.

Sering membantu peserta didik dalam menjawab soal ujian.

Mengeluarkan soal yang sama persis dengan soal yang pernah anda uji dan bahas.

Memberi nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) padahal anak tersebut tidak layak.

Berpikir bahwa anak akan bisa sendiri pada saatnya, lalu mengobral nilai.

Dan seterusnya


Memang, nilai di sekolah tidak menjadi ukuran kesuksesan seseorang kelak. Bukan ini yang kita persoalkan. Ada efek pembentukan karakter jika kita mempermudah nilai tanpa memperbaiki proses belajar.

Jangan berpikir bahwa menurunkan standar mampu memberikan pengalaman berprestasi kepada peserta didik dan menaikkan harga diri mereka. Menurunkan standar justru akan memperburuk proses belajar mengajar yang diterima anak. Mereka akan terdidik dengan cara yang buruk. Di samping itu, menaikkan standar tanpa memperbaiki proses dan tanpa memberikan cara-cara untuk mencapainya adalah awal mula malapetaka.

Mulai sekarang, mari kita tetapkan standar yang ingin kita capai. Kemudian, kita perbaiki proses belajar dengan menciptakan pembelajaran yang hubungan antara guru dan peserta didiknya tercipta saling percaya dan bukan saling menghakimi.

Seringkali seperti kata Carol S. Dweck, jika siswa tidak bermain sesuai irama, itu karena mereka belum mempelajari caranya. Cara mengoptimalkan hasil belajar bukanlah dengan cara menurunkan standar, melainkan memperbaiki hubungan antara guru dan murid dan memperbaiki proses belajar.

Kalau kita tidak mau memperbaiki diri, maka inilah akibat fatal yang akan terjadi.

Merasa berhak mendapatkan tugas mudah (lihat efeknya mulai dari SD hingga dunia kerja!)
Anak yang terlatih dengan bantuan kemudahan, maka akan terus menggantungkan dirinya dengan bantuan tersebut. Dia akan terus berfikir bahwa belajar tidak perlu rajin. Toh, nanti juga bisa mendapatkan nilai dan naik kelas juga.

Baca Selanjutnya Di Halaman 2

loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "GURU SERING MEMPERMUDAH NILAI, INGATLAH AKIBAT FATAL INI!"

Post a Comment