LUAS BIASA !!! KAKEK 65 TAHUN HAJAR RAMPOK HINGGA TEWAS, KISAHNYA MIRIP FILM JET LEE

Kuambil.com - Selamat datang di kuambil.com , pada kesempatan kali ini kami akan membagikan informasi mengenai Kisah Kakek 65 tahun hajar rampok hingga tewas. Simak berita selengkapnya.......

Meski sudah berumur lanjut Deni Rono (65) yang pensiunan BUMN masih bisa menghajar rampok yang menyatroni rumahnya. Bahkan, si rampok akhirnya meregang nyawa setelah keris pusaka Deni bersarang di dada.

Peristiwa tersebut terjadi Senin (11/9) sekitar pukul 07.00 di kediaman Deni di Jalan Wiradharma V Blok R-15 Perumahan TNI AU Waringin Permai RT 06/RW 07 Kelurahan Cipinang Melayu Kecamatan Makasar Jakarta Timur.


Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol Andry Wibowo mengatakan, saat itu korban bermalam di rumah kerabat yang berjarak tak jauh. Seorang tetangga menelepon Deni untuk mengabarkan rumahnya dimasuki penjahat. Mendapat kabar tersebut, Deni bergegas mendatangi rumahnya dengan berjalan kaki.

Begitu tiba di depan rumah, Deni langsung curiga dan waspada melihat kaca pintu rumah dalam keadaaan terbuka. Apalagi saat mengintip ke dalam rumah kondisinya sudah berantakan.

Deni yang juga pelatih ilmu bela diri Taekwondo langsung bersiaga sambil terus masuk ke dalam rumah. Benar saja, begitu di ruangan tengah, Deni melihat pelaku sudah menghunus pisau hendak menyerangnya. Rupanya pelaku saat itu hendak menjarah harta berharga di dalam rumah itu namun dipergoki Deni.

Melihat penjahat sudah bersiap hendak menyerang, Deni langsung sigap menyambar keris pajangan didekatnya. Seketika itu juga terjadilan duel satu lawan satu antara pemilik rumah melawan penjahat yang saat itu mengenakan penutup wajah.

Deni sempat terkena tusukan dan sabetan pisau pelaku. Namun, Deni yang pemilik sabuk hitam Taekwondo akhirnya berhasil melumpuhkan pelaku, satu tusukan keris dari Deni tepat menembus jantung penjahat itu hingga membuatnya tewas seketika.


Oleh tetangga Deni, ia dibawa ke rumah sakit terdekat (RS Harun) untuk mendapatkan perawatan akibat serangan pisau pelaku. Sedangkan jasad pelaku dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati.

"Saat ini kondisi pemilik rumah berangsur membaik. Sedangkan pelaku yang tewas di rumah itu belum diketahui identitasnya karena saat ditemukan tidak membawa identitas apapun," terang Kombes Andry di Mapolres Jakarta Timur, Senin (11/9).

Usai berduel dengan penjahat, sambung Andry, tetangga Deni yang memberitahu lewat ponsel langsung datang ke rumahnya. "Saat rekannya tiba kurang lebih 10 menit, ia sudah mendapati Pak Deni sudah berada di teras rumah dengan keadaan jari tangan sebelah kiri terluka dan masih memegang pisau," ungkap dia.

Sementara, pelaku pencurian meninggal dunia dengan bersimbah darah dan tergeletak di lantai kamar bawah. "Pemilik rumah sabuk hitam Taekwondo, jadi punya basic bela diri," kata Andry dilansir Indopos (Jawa Pos Group).

Namun ditegaskan Andry, kalau Deni tak akan dijerat pasal pidana apapun meski sudah membunuh orang, sebab yang dibunuh adalah penjahat yang masuk ke dalam rumahnya. Deni menusuk pelaku, karena awalnya pelaku yang mencoba menusuknya lebih dulu.

"Artinya, kalau dalam keadaan terpaksa atau daripada korban pemilik rumah yang meninggal dunia karena diserang pelaku. Dan yang jelas itu memang rumahnya Pak Deni, dan pelaku mau mengambil barang di rumah itu. Dan saya sangat menghargai keberanian beliau dalam melawan pelaku kejahatan," ujar Andry.

Dilanjutkannya dari hasil olah TKP diketahui kalau masuk ke dalam rumah Deni melalui jendela. Saat di dalam, pelaku mengacak-ngacak barang milik korban.

Ditegaskan Andry lagi, kasus ini sedang dikembangkan penyidikannya untuk mengungkap identitas pelaku dan mencaritahu apakah pelaku datang sendirian ke rumah itu atau bersama kawannya. "Masih kami kembangkan penyelidikannya," pungkas Andry.

Sementara itu Kapolsek Makasar Kompol Nurdin Rahnan menjanjikan akan memberikan penghargaan kepada Deni Rono. Alasannya, apa yang dilakukan Deni layak diberi penghargaan. "Kami mengapresiasi. Karena yang dilakukan adalah untuk menyelamatkan harta benda di rumahnya," kata Nurdin.

Menurutnya pula, apa yang dilakukan Deni adalah hal yang dibenarkan. "Ya kalau dalam keadaan terpaksa. Daripada korban yang meninggal," tuturnya.

Nantinya, kata Nurdin, pemberian penghargaan ini rencananya akan diberikan oleh jajaran Polres Jakarta Timur."Saya akan segera koordinasikan dengan Pak Kapolres Jakarta Timur untuk pemberian tanda penghargaan itu," tandas Nurdin.

Sumber : Rakyatsumatera

Demikian informasi yang dapat kuambil.com berikan, Semoga ada manfaatnya untuk kita semua........

loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "LUAS BIASA !!! KAKEK 65 TAHUN HAJAR RAMPOK HINGGA TEWAS, KISAHNYA MIRIP FILM JET LEE"

Post a Comment