Mengharukan… Kisah Mengenai “Tiga Karung Beras.” Mata Anda akan Berkaca-kaca Setelah Membacanya!

Kuambil.com - Assalamualaikum wr wb ,,,,,,,,,,,,,,,, Selamat malam rekan-rekan guru semua dimanapun berada...........

Ini adalah sebuah kisah nyata, kisah tentang kegetiran hidup sebuah keluarga yang sangat sengsara. Saat anaknya baru duduk di sekolah dasar, sang ayah meninggal, tinggalah ibu dan anak laki-lakinya ini hidup saling menopang.

Mereka mengantar sang ayah ke peristirahatan terakhir dengan setumpuk tanah. Sang ibu tidak menikah lagi sejak kematian mendiang suaminya. Dengan susah payah, dia membesarkan anaknya.



Saat itu belum ada aliran listrik di kampung, anaknya terpaksa belajar dibawah temaran cahaya lampu minyak, sementara ibunya dengan penuh kasih menjahitkan baju untuknya.

Hari demi hari berlalu, tahun demi tahun pun berganti, ketika aneka piagam demi piagam menghiasi dinding penahan, sang anak pun bak pohon bambu di musim semi, perlahan-lahan tumbuh dewasa.

Melihat anaknya yang sudah tumbuh besar, terlihat senyum penuh makna di antara kerutan dari sudut mata sang ibu. Saat memasuki musim gugur, anaknya berhasil lulus sekolah menengah atas.

Tetapi justru saat itulah sang ibu menderita penyakit rematik yang parah sehingga tidak bisa lagi bekerja di sawah, dan terkadang tidak cukup untuk makan.

Saat itu, setiap siswa harus memberikan 15 kg beras ke kantin sekolah. Sang anak mengerti ibunya tidak bisa memberikan beras itu. “Bu, saya mau berhenti sekolah dan membantu ibu bekerja di sawah,” kata anak itu. Ibunya mengelus kepala anaknya dan dengan penuh kasih sayang.

“Ibu senang kamu memiliki niat seperti itu, tetapi bagaimana pun juga kamu tetap harus sekolah. Jangan khawatir, kalau ibu sudah melahirkan kamu, pasti bisa merawat dan menjagamu. Kamu daftar dulu di sekolah, nanti ibu akan membawa berasnya ke sana,” kata ibu”.

Namun, sang anak tetap bersikeras tidak mau sekolah, ibunya kembali mengulangi, tapi anaknya tetap saja keras kepala. Kali ini sang ibu pun seketika menampar anaknya, dan ini adalah pertama kalinya dia dipukul oleh ibunya.


loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mengharukan… Kisah Mengenai “Tiga Karung Beras.” Mata Anda akan Berkaca-kaca Setelah Membacanya!"

Post a Comment