Adik Kembarannya yang Tidak Lulus ini Memalsukan Jati Dirinya Sebagai Kakak Kembar untuk Kuliah, Sementara Sang Kakak Menggantikan Pekerjaan Ayahnya! Namun Siapa Sangka Endingnya Seperti ini 4 Tahun Kemudian

Setelah dengan susah payah lolos di tiga gerbang perekrutan karyawan baru, akhirnya sampailah wawancara di ruang direktur perusahaan.

Saat tiba gilirannya wawancara, entah kenapa sang direktur justeru menunda-nunda kemunculannya.

Namun tak lama kemudian, sekretaris datang dan mengatakan kepadanya bahwa dia telah diterima.

Tapi sebelumnya dia harus lebih dulu bekerja di line produksi pembakaran batu.

Dia merasa tidak adil, dan meminta bertemu dengan sang direktur. Sekretaris perusahaan memberinya secari kertas yang bertuliskan sepatah kalimat, “Kalau mau ke surga, harus ke neraka dulu.”

Ibarat pribahasa, “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dulu, bersenang-senang kemudian”.

Dia mendongak dan darahnya seketika berdesir melihat kakak kembarnya masuk ke ruangan lalu duduk di atas kursi direktur.

Karena itu, meski kita berjalan menuju surga, namun, tidak berarti kita pasti akan sampai ke surga.

Jangan selalu berangan-angan bisa dengan mudah mewujudkan impian kita, karena acapkali mimpi itu seperti surga yang jauhnya tak terjangkau.

Setiap perjalanan apa pun yang menuju ke surga impian itu berasal dari cobaan/tempaan dalam kesengsaraan seperti di neraka.Bersambung>>>Baca Dihalaman Selanjutnya DISINI
Loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Adik Kembarannya yang Tidak Lulus ini Memalsukan Jati Dirinya Sebagai Kakak Kembar untuk Kuliah, Sementara Sang Kakak Menggantikan Pekerjaan Ayahnya! Namun Siapa Sangka Endingnya Seperti ini 4 Tahun Kemudian"

Post a Comment