Di Ruang Persalinan, Suaminya Tiba-tiba Berlutut, “Dok, Kami Tidak Mau Lagi Anak Itu”, Dokter dan Perawat pun Tercengang Mendengarnya

gaji dipotong, karena anak yang dikandung Dena adalah anak mereka berdua, jadi dia harus selalu menemaninya. Kata sang suami yang sangat menyayangi Isterinya.
Seiring dengan perut Dena yang semakin besar, dan waktu kelahiran juga semakin dekat, Dena dan Deny suaminya menanti dengan harap-harap cemas dan terlihat tegang.
Suatu pagi, Dena melihat air ketubannya pecah saat bangun tidur, ia pun berteriak memanggil suaminya yang segera membawanya ke rumah sakit.
Dena yang bersikeras berjalan membuat kagum para bidan, karena mereka jarang melihat ada wanita hamil yang bisa dengan begitu tenangnya menahan nyeri.
Bidan rumah sakit juga memberinya semangat, dan pada saat-saat genting, Dena melarang suaminya melihat lantai, karena ia tahu persis banyak darah berceceran di lantai, sebab ia bisa merasakan cucuran darah dari anggota badan bagian bawah.Bersambung>>>Baca Dihalaman Selanjutnya DISINI
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Di Ruang Persalinan, Suaminya Tiba-tiba Berlutut, “Dok, Kami Tidak Mau Lagi Anak Itu”, Dokter dan Perawat pun Tercengang Mendengarnya"

Post a Comment