Di Ruang Persalinan, Suaminya Tiba-tiba Berlutut, “Dok, Kami Tidak Mau Lagi Anak Itu”, Dokter dan Perawat pun Tercengang Mendengarnya

Ia takut akan ada bayangan psikologis pada suaminya.
Mulut rahim sudah mulai membuka selebar 2 cm saat pemeriksaan di rumah sakit, Dena langsung disuruh masuk ke ruang tunggu untuk proses persalinan diikuti suaminya.
Karena kontraksi rahim tidak kuat, dokter menyarankan agar proses persalinan dilakukan secara induksi, karena air ketuban sudah pecah.
Akan sangat berisiko jika janinnya tidak segera dikeluarkan. Kontraksi semakin kuat tak lama setelah suntikan oksitosin.
Anggota bagian bawah tubuh Dena terus mengalirkan darah, dan suami Dena menggenggam erat tangan isterinya, tak tega melihat Dena tampak begitu tersiksa.
Rasa nyeri yang tak tertahankan akibat kontraksi membuat Dena terus berteriak, dan di bagian bawah anggota badannya juga terus mengucurkan darah segar.Bersambung>>>Baca Dihalaman Selanjutnya DISINI
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Di Ruang Persalinan, Suaminya Tiba-tiba Berlutut, “Dok, Kami Tidak Mau Lagi Anak Itu”, Dokter dan Perawat pun Tercengang Mendengarnya"

Post a Comment