IQ di Bawah Rata-rata, Windi Gadis Pekalongan Punya Kemampuan Mencengangkan, Ini Kisah di Baliknya

Istilah savant sendiri pertama kali digunakan pada tahun 1887 oleh J. Langdon Down, seorang dokter yang nama belakangnya dipakai untuk mendeskripsikan kondisi Down Syndrome.

Saya tidak tahu apakah Windi bisa dikategorikan sindrom savant atau bukan, tapi gambarnya memang sangat bagus menurutku. Postur anatominya pas, dan guratannya juga berkarakter.

Windi bersekolah hanya sampai kelas 3 SD. Ia tidak lanjut karena dianggap tidak mampu mengikuti pelajaran. Sekarang usianya 21 tahun.

Sejak kecil Windi memang senang menggambar, tapi baru lima tahun belakangan ini ia gemar menggambar desain busana.

Semua dari hasil imajinasinya dan tanpa melihat contoh desain apa pun. Selama ini, Windi menggambar di kertas biasa.

Namun menurut kawan saya Mbak Akhir Nurul Fairyda --yang mengirimiku foto-foto Windi ini, tahun lalu ada orang yang memberinya buku sketsa dan peralatan gambar.

Mbak Fairyda adalah seorang paramedis yang sering berkeliling memberi pendampingan bagi orang-orang dengan disabilitas intelektual. Kemarin ia sempat menyambangi Windi.Bersambung>>>Baca Selanjutnya Dihalaman 4 DISINI
Loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "IQ di Bawah Rata-rata, Windi Gadis Pekalongan Punya Kemampuan Mencengangkan, Ini Kisah di Baliknya"

Post a Comment