Kisah Putri Raja Arab Saudi Yang Berakhir Dengan Hukuman Rajam, Karena Hal Ini...

Eksekusi mati Misha’al dan Mulhallal terjadi di tahun 1977, tanggal 15 Juli di taman Gedung Ratu Arab Saudi. Meski ia punya status yang tinggi, ia tetap diperlakukan sebagaimana terpidana mati. 

Kedua mata Misha’al ditutup, ia juga disuruh berlutut dan dieksekusi atas instruksi langsung dari sang kakek. 

Ini dilakukan karena Misha’al dianggap telah mencoreng kehormatan keluarga, karena semestinya dia menikah dengan pria yang dijodohkan dengannya.

Mulhallal melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana kekasihnya menghadapi siksaan eksekusi. Hukuman bagi wanita yang dituduh zina adalah hukum rajam. 

Prosesi rajam dilakukan dengan cara tubuh ditanam berdiri di dalam tanah setinggi dada, lalu dilempari batu hingga mati. Tak terbayang bagaimana rasa sakit karenanya. Tapi begitulah hukum yang berlaku di negeri itu.

Tapi tak lama lagi, dia sendiri juga akan menghadapi kematiannya. 

Sebuah pedang telah ditempelkan di lehernya dan dia pun sudah siap dieksekusi. Sayangnya, algojo yang melakukan eksekusi bukan profesional sehingga kepala Mulhallal tidak bisa putus dengan sekali tebasan. Jadi,kematian itu bisa dibayangkan bagaimana sakitnya.

Rumor Kematian

Ada isu yang beredar bahwa perempuan yang dieksekusi itu bukanlah sang putri sebab dia bagaimanapun adalah keluarga kerajaan. 

Bisa dipastikan keluarga kerajaan yang begitu sayang dengan Misha’al takkan sampai hati membunuh dia. 

Tapi hanya keluarga kerajaan saja yang tahu semuanya.

Setelah hukuman eksekusi ini, peraturan tentang wanita yang ada di Arab semakin ketat. Raja menambah penjagaan di beberapa fasilitas umum dimana pria dan wanita sering bertemu. 

Kisah nyata tentang puteri Saudi ini diflmkan dengan judul Death of a Princess. Banyak kontroversi mengiringi film ini.

sumber: keluarga-berencana.com

Untuk info terbaru lainnya kunjungi laman>>> DISINI
Loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kisah Putri Raja Arab Saudi Yang Berakhir Dengan Hukuman Rajam, Karena Hal Ini..."

Post a Comment