Pages 4 Usia Mbah Arjo 146 tahun Tidak pernah sakit, 17 Anaknya Sudah Meninggal. Ternyata mbah Arjo Sering...

Berarti bisa dibayangkan, kalau mbah Arjo sudah sangat tua. Mbah saya itu baru meninggal tahun 1990 lalu," ungkap Widodo yang usianya baru 48 ini.
Entah apa kelebihannya, namun sejak mbah Arjo menemukan candi itu, dan tinggal di dekat candi itu, hampir ada tamu yang datang setiap hari-hari tertentu.

Lebih-lebih, setiap malam 1 Suro, menurut Widono, mbah Arjo selalu kebanjiran tamu. Tak hanya dari Blitar, namun dari berbagai daerah, seperti Jogjakarta, Ponorogo, Pacitan, bahkan Jakarta.

Mereka melakukan ritual di gubuknya mbah Arjo, seperti melekan.

"Biasanya para tamunya lapor ke desa, bahkan perangkat kami seringkali yang mengantar tamu-tamunya mbah Arjo. Kalau ada melek-an 1 Suro, malah kami yang meminjami genset karena tempat tinggalnya belum terjangkau listrik," tuturnya.

Bahkan, tamunya tak hanya kalangan orang biasa, tak sedikit para pengusaha dan para pejabat.

Salah sattunya adalah Heri Noegroho, Bupati Blitar dua periode, mulai 2005-1015. Meski tamunya banyak orang berduit, namun kehidupan mbah Arjo tetap sederhana.

Buktinya, hanya sekadar beli beras saja, tak mampu sering sehingga sering tak makan.

"Bahkan, saya tahu sendiri, pernah diberi uang oleh seorang pejabat, yang dibantunya, namun mbah Arjo tak mau. Malah si pejabat itu diberi uang dollar, yang bentuknya masih baru, dan asli. Oleh pejabat itu, dollar itu diterimanya," tutur Widodo.

LANJUT BACA HALAMAN 5

Loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pages 4 Usia Mbah Arjo 146 tahun Tidak pernah sakit, 17 Anaknya Sudah Meninggal. Ternyata mbah Arjo Sering..."

Post a Comment