Surat Terbuka Seorang Guru untuk Kapolda Sulsel, Anak Masuk Polisi Harta Habis di Pegadaian

Menurut cerita anak saya dan temannya yang pernah ke rumah bermalam, pungutan biaya itu diberitahu setelah upacara atau apel.

Kalau pengumuman resmi pakai micropon dan didengar semua, tapi kalau pengumuman pungutan tidak pakai micropon.

Staf SPN datang dan beritahu tiap regu.

Kabar yang saya dapat dari anak, katanya, kakak-kakak angkatannya yang sebelumnya, menjelang akhir pendidikan, Maret 2018, kwintansi akan banyak lagi.

Melalui surat ini saya ingin bertanya ke Kapolda betulkah memang kami harus membayar pungutan sebanyak itu.

Bantulah kami Pak Kapolda.
Jangan biarkan kami tidak percaya kepada Polri.Bersambung>>>Baca Dihalaman Selanjutnya DISINI
Loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Surat Terbuka Seorang Guru untuk Kapolda Sulsel, Anak Masuk Polisi Harta Habis di Pegadaian"

Post a Comment