Viral Tulisan Dokter yang Sebut PAUD Bukanlah Pendidikan tapi Bisnis Atas Nama Pendidikan, Setuju?

Menurutnya anak baru bisa berpikir konkrit pada usia 7 tahun.
Apabila hal itu dipercepat maka akan berbahaya.

Kultweet @jiemiardian part 3
Kultweet @jiemiardian part 3 (Facebook)

dr. Jiemi Ardian merasa jika proses belajar anak ini dipercepat, anak bisa kehilangan proses perkembangan alamiahnya.
Efeknya jiwa anak yang tidak tumbuh normal akan meninggalkan masa kanak-kanak yang tidak terselesaikan.

Kultweet @jiemiardian part 4
Kultweet @jiemiardian part 4 (Facebook)

Di akhir kultweet-nya @jiemiardian mengajak para orang tua untuk tiak ikut-ikutan tren semata.
"Yuk berhenti ikut ikutan tren bisnis untuk menyekolahkan anak sedini mungkin. Anak nggak butuh itu, anak butuh orang tuanya. Bukan PAUD yang memaksa anak bisa calistung. Salam sadar"begitu tulis @jiemiardian.


Beberapa netizen lantas memberikan pendapatnya sendiri-sendiri.
Ada yang setuju dengan cuitan @jiemiardian ini.
"Kalau ilmu yang saya dapat memang PAUD itu nggak boleh mementingkan materi yang diberikan. Tapi untuk menstimulasi tumbuh kembang anak. Tapi di lapangan ada beberapa tuntutan yang membuat PAUD menjadi "bisnis"" tweet @endahhwindii


"Anak sy br aja 4th, dr smua anak di sekitar (keluarga, saudara, teman) cm dia yg ndak sekolah dini. 

Dari umur 2,5thn udah dikomen, knp ndak masuk playgroup/paud. Biar main sm temen² & bljr.

Sy & suami cuek. Men kami mending main dl, klo pun dia mo ikut bljr ya d rmh, smbl main." tweet @thiyut.Bersambung>>>Baca Dihalaman Selanjutnya DISINI
Loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Viral Tulisan Dokter yang Sebut PAUD Bukanlah Pendidikan tapi Bisnis Atas Nama Pendidikan, Setuju?"

Post a Comment