Guru Penerima Tunjangan Sertifikasi Wajib Buat Resume Buku

Kuambil.com -  Penerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) di Jawa Timur dituntut membuat resume buku. Hal ini menjadi bagian gerakan literasi yang kini tidak hanya berlaku bagi peserta didik di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Saiful Rachman menuturkan, gerakan literasi guru ini merupakan pertama kalinya di Jatim.

Semua guru dan siswa perlu bisa saling mendukung terhadap program ini. Sebab, pemahaman membaca orang Indonesia masih kalah dengan luar negeri.



Khususnya para guru yang telah menerima tunjangan profesi, ke depan wajib mengikuti program pembuatan resume buku.

“Saat ini Indonesia sudah kalah di tingkat internasional dalam memahami bacaan. Dulu masih sebatas ditekankan pada menghafal rumus atau teori. Padahal semua sudah dipelajari melalui proses pemahaman,” ungkapnya pada SURYA.co.id, Jumat (13/4/2018).

Saiful menegaskan, para guru harus menulis untuk meningkatkan wawasannya melalui literatur yang sudah dibaca.

Hal ini untuk meningkatkan kualitas guru di Jatim. Selanjutnya, dinas juga akan memantau aktivitas guru tersebut melalui aplikasi sinopsis atau resume yang bisa diakses oleh guru.

“Sementara ini masih pilihan bukan kewajiban yang mengikat. Tapi akan kami nilai progressnya,” tutur Saiful.

Para guru, lanjut Saiful, yang menerima tunjangan profesi sudah saatnya menyisakan sedikit tunjangannya untuk membeli buku.

Dari buku tersebut, guru membuat sinopsis atau resume.

Kabid Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Dindik Jatim, Suhartatik menambahkan Dindik Jatim telah meluncurkan Gerakan Literasi (G-Literasi) untuk tenaga pendidik pekan lalu.

G-Literasi ini telah melewati tahap sosialisasi dan akan segera disempurnakan aplikasinya.

Setelah aplikasi synopsis dan resume itu tuntas, guru yang telah menerima tunjangan sertifikasi harus siap membuat tulisan.

“Hanya kewajiban yang sudah sertifikasi. Supaya para guru ini juga memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan dirinya,” tutur Suhartatik.

Karena itu, lanjutnya, jauh-jauh hari guru penerima tunjangan profesi sudah mengetahui tugasnya yang baru.

“Sejak akhir 2017 lalu sudah kami sosialisasikan. Sekarang kami ingin guru mulai membaca dan menulis resumenya,” tambahnya.

Meskipun bukan kewajiban yang mengikat, resume buku akan menjadi catatan Dindik Jatim. Jika guru tidak aktif, dinas bisa memberikan teguran dan pembinaan.

“Hanya sebatas teguran, karena memang tugas kami adalah pembinaan. Jadi tidak ada sanksi yang berat untuk ditanggung guru,” pungkas Suhartatik.

Sumber: surabaya.tribunnews.com

Demikian informasi yang dapat kuambil.com berikan, semoga ada manfaatnya untuk kita semua.........

Loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Guru Penerima Tunjangan Sertifikasi Wajib Buat Resume Buku"

Post a Comment