Inilah Kejanggalan saat Registrasi Kartu SIM Prabayar dari 31 Oktober 2017 hingga 28 Februari 2018

Kuambil.com -  Meski membantah adanya kebocoran data pribadi, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tak menampik adanya penyalahgunaan NIK dalam proses registrasi kartu SIM prabayar.



Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Panja Pengamanan Data Pribadi Komisi I DPR RI, Senin (9/4/2018), Dirjen Dukcapil, Zudan Arif Fakrulloh, memaparkan kejanggalan yang ditemukan dalam periode registrasi kartu SIM prabayar dari 31 Oktober 2017 hingga 28 Februari 2018.

"Ada 2,2 juta nomor prabayar yang daftar pakai satu NIK. Ini tidak langsung ditemukan dalam satu waktu, tapi dari periode awal registrasi sampai tenggat akhir," kata Zudan.

Sebanyak 2,2 juta nomor tersebut tercatat sebagai prabayar Indosat Ooredoo.

Meski nilainya paling signifikan, operator lain pun tak luput dari kasus serupa.

Telkomsel menghimpun 518.000-an nomor prabayar yang didaftarkan dengan satu NIK, sementara itu XL ada 319.000-an, Hutchison Tri 83.000-an, dan Smartfren 146.000-an.

Ahmad Ramli, Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), mengatakan, mengatakan, mulai menindak indikasi penyalahgunaan tersebut.

Operator telekomunikasi diminta memblokir semua nomor yang melakukan registrasi tak wajar.


Loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Inilah Kejanggalan saat Registrasi Kartu SIM Prabayar dari 31 Oktober 2017 hingga 28 Februari 2018"

Post a Comment