Pages 2 Inilah Kejanggalan saat Registrasi Kartu SIM Prabayar dari 31 Oktober 2017 hingga 28 Februari 2018

"Sejauh ini ada 63 juta nomor yang daftar dobel-dobel itu sudah diblokir. Proses cleansing-nya semua sampai Mei," kata Ahmad Ramli

Ia mengatakan, Kominfo telah melakukan koordinasi bersama dengan BRTI, Dukcapil, dan Bareskrim Mabes Polri untuk mengusut oknum-oknum yang menyalahgunakan data pribadi masyarakat dalam proses registrasi kartu SIM prabayar.



"Sekarang dalam proses penyelidikan oleh Direktorat Siber Bareskrim Mabes Polri. Banyak pihak yang dipanggil, termasuk juga kami, Dukcapil, BRTI. Semuanya diusut sampai ketahuan ini siapa dan melakukan apa," kata Ahmad Ramli.

Ahmad Ramli mengatakan, tindakan yang bisa dilakukan sesegera mungkin adalah memblokir nomor-nomor yang bersangkutan. Jika hasil penyelidikan sudah ada, barulah bisa diupayakan sanksi lain.

"Bisa macam-macam, bisa sanksi administrasi atau pidana. Tapi biarkan dulu ini semua berproses," katanya.

Sementara itu, anggota Komisi I DPR RI yang memimpin rapat dengar pendapatan, Hanafi Rais, mengindikasikan penyalahgunaan ini bersumber dari lembaga.

Meski belum ada hasil final, pihaknya akan terus mengawal proses pengusutan ini.

"Aksi korporasi itu artinya lembaga, secara desain, sistemik, bahwa registrasi yang massal yang jelas-jelas menyalahi peraturan tidak mungkin dilakukan oleh perorangan, pasti lembaga, di sini korporasi," kata Hanafi.

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Kejanggalan saat Registrasi Kartu SIM Prabayar dari 31 Oktober 2017 hingga 28 Februari 2018, http://wartakota.tribunnews.com/2018/04/10/kejanggalan-saat-registrasi-kartu-sim-prabayar-dari-31-oktober-2017-hingga-28-februari-2018

Loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pages 2 Inilah Kejanggalan saat Registrasi Kartu SIM Prabayar dari 31 Oktober 2017 hingga 28 Februari 2018"

Post a Comment