Cara Menghitung Nilai Rata-rata dan Standar Deviasi Dengan SPSS

Cara Menghitung Nilai Rata-rata dan Standar Deviasi Dengan SPSS

Posted on

Selamat datang di kuambil.com Pada kesempatan kal ini, kita akan membahas mengenai cara menghitung nilai rata-rata dan standar deviasi dengan SPSS. Menu yang digunakan adalah Menu Descriptive yang ada di dalam menu Analyze.

Sebagai contoh kita akan mengolah data nilai dari 10 orang siswa yang sebelumnya telah kita gunakan untuk menghitung frekuensi. Data nilai dari 10 orang siswa tersebut adalah : 65, 75, 80, 70, 80, 75, 80, 75, 65, dan 70. Masukkan data tersebut di tampilan Data View !

Langkah untuk menghitung nilai rata-rata dan standar deviasi dengan SPSS menggunakan Menu Descriptive adalah sebagai berikut:

Pertama, klik menu Analyze > Descriptive Statistics > Descriptives…

Cara Menghitung Nilai Rata-rata dan Standar Deviasi Dengan SPSS

Kedua, pada kotak dialog yang muncul masukkan variabel nilai ke kotak Variabel (s) dengan cara klik anak panah ke kanan.

Cara Menghitung Nilai Rata-rata dan Standar Deviasi Dengan SPSS

Klik OK untuk memproses analisis data.

Hasil analisis data ditampilkan di jendela Output sebagai berikut:

Cara Menghitung Nilai Rata-rata dan Standar Deviasi Dengan SPSS

Keterangan :

  1. Kolom N menunjukkan jumlah data yang diproses, yaitu 10 nilai siswa
  2. Kolom Minimum menunjukkan nilai terendah
  3. Kolom Maximum menunjukkan nilai tertinggi
  4. Kolom Mean menunjukkan nilai rata-rata
  5. Kolom Std. Deviation menunjukkan nilai standar deviasi atau simpangan baku data

Contoh yang kita uji dengan ANOVA satu faktor ini adalah untuk mengetahui pengaruh 3 macam metode pembelajaran terhadap hasil belajar siswa.

Setelah data dimasukakkan dan di analisis sesuai tutorial bagian 1, maka pada jendela output akan muncul 5 analisis sekaligus, yaitu sebagai berikut:

Output 1

Cara Menghitung Nilai Rata-rata dan Standar Deviasi Dengan SPSS

Output 1 menyajikan statistik deskriptif mengenai data yang kita analisis, yaitu banyaknya data tiap kelompok (N), nilai rata-rata tiap kelompok (mean), simpangan baku tiap kelompok (Std. Deviation), dan lain-lain.

Output 2

Cara Menghitung Nilai Rata-rata dan Standar Deviasi Dengan SPSS

Output 2 menunjukkan hasil uji kesamaan varians atau sering disebut uji homogenitas. Sebagai syarat untuk melakukan ANOVA adalah data mempunyai varians yang sama (homogen). Cara membacanya adalah membandingkan taraf signifikansi pada Sig. dengan nilai signifikansi yang digunakan (SPSS secara default menggunakan taraf signifikansi 0,05). Kriteria yang dipakai yaitu apabika Sig. > 0,05 maka data mempunyai varians yang sama, sebaliknya jika Sig. < 0,05 maka data mempunyai varians yang berbeda.

Dari data di atas diperoleh Sig. = 0,878 > 0,005, sehingga dapat disimpulkan bahwa data mempunyai varians yang sama(homogen).

Output 3

Cara Menghitung Nilai Rata-rata dan Standar Deviasi Dengan SPSS

Output 3 menunjukkan hasil Uji ANOVA.Dari data di atas maka dapat kita tuliskan hipotesis, misalnya, sebagai berikut :

Ho = Tidak ada perbedaan rata-rata hasil belajar dari metode A, metode B, dan metode C.

Ha = Ada perbedaan rata-rata hasil belajar dari metode A, metode B, dan metode C.

Untuk menarik kesimpulan kita memerlukan nilai distribusi F (nilai F tabel) dengan ketentuan :

  • taraf signifikansi 0,05
  • df Between Groups = jumlah variabel – 1 = 3 – 1 =2
  • df Within groups = jumlah data – jumlah variabel = 21 – 3 = 18

diperoleh nilai F = 3,554

Kriteris keputusan yaitu :

Jika F hitung > Ftabel maka Ho ditolak

Jika F hitung < Ftabel maka Ho diterima

Dari data di atas diperoleh Fhitung sebesar 7,602, karena 7,602 > 3,554 maka Ho ditolak, sehingga dengan menggunakan taraf signifikansi 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan rata-rata hasil belajar dari metode A, metode B, dan metode C.

Kita juga bisa mengambil keputusan berdasarkan nilai probabilitas (p-value) yang tercantum pada kolom Sig. Jika probabilitas > 0,05 maka Ho diterima, sebaliknya jika probabilitas < 0,05 maka Ho ditolak. Dari data di aatas diperoleh probabilitas 0,004, karena 0,004 < 0,05 maka Ho ditolak.

Output 4

Cara Menghitung Nilai Rata-rata dan Standar Deviasi Dengan SPSS

Output 4 Post Hoc Test digunakan untuk mengetahui variabel mana yang memiliki perbedaan yang signifikan. Cara menganalisanya adalah dengan melihat ada tidaknya tanda * pada kolom Mean Difference. Tanda * menunjukkan adanya perbedaan mean yang signifikan.

Sebagai contoh mean metode A berbeda signifikan dengan metode C. Mean metode B berbeda signifikan dengan metode C. Mean metode C berbeda signifikan dengan metode A dan metode B. Baris Turkey HSD dan Bonferroni menunjukkan hasil yang sama dalam perbedaan signifikansi.

Output 5

Cara Menghitung Nilai Rata-rata dan Standar Deviasi Dengan SPSS

Jika pada output 4 digunakan untuk mencari variabel mana yang mempunyai perbedaan mean, maka output 5 (Homogeneus Subsets) digunakan untuk mengetahui variabel mana yang mempunyai perbedaan yang tidak terlalu signifikan. Caranya adalah dengan memperhatikan kolom Subset. Pada tabel otuput di atas, kolom subset 1 terdapat 2 nilai dari variabel metode A dan metode B. Hal ini menunjukkan mean metode A dan metode B tidak memiliki perbedaan yang signifikan.

Demikian yang dapat kuambil.com berikan mengenai Cara Menghitung Nilai Rata-rata dan Standar Deviasi Dengan SPSS , Semoga ada manfaatnya untuk kita semua.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 − two =