Inilah Rahasia Soal TIU - Tes Intelegensi Umum CAT CPNS

Inilah Rahasia Soal TIU – Tes Intelegensi Umum CAT CPNS

Posted on

Pada kesempatan kali ini kuambil.com akan membagikan informasi mengenai Rahasia Soal TIU – Tes Intelegensi Umum CAT CPNS 2018, Simak selengkapnya semoga bermanfaat.  Ketika seseorang mengikuti tes CPNS menggunakan sistem CAT, maka yang bersangkutan akan disuguhkan dengan tiga karakter jenis soal yang berbeda yaitu Soal Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Soal Tes Intelegensi Umum (TIU) dan Soal Tes Kompetensi Pribadi (TKP).

Setiap soal dipadukan dan diukur derajat kesulitannya sehingga soal soal tersebut akan berfungsi bak “saringan” yang akan membuang calon pelamar yang kurang memiliki daya saing, kurang berintegritas dan kurang memiliki cinta terhadap bangsa dan negara, serta menerima calon calon pelamar yang memiliki potensi, berjiwa melayani disertai kemampuan yang mumpuni.

Jika diibaratkan, maka soal TWK bagaikan saringan “jiwa berbangsa dan bernegara”, Soal TIU bagai filter “kemampuan, kecakapan dan kualitas berfikir” sedangkan soal TKP bak saringan “jiwa melayani, sopan santun, integritas dan anti KKN”.

Soal soal tes ujian yang diberikan menggunakan metode Computer Assisted Test berjumlah 100 soal, dimana bobot nilai dari ketiga tes diatas berbeda satu sama lain. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) no 22/2017, pemerintah menetapkan nilai ambang batas (passing grade) seleksi kompetisi dasar (SKD). Passing grade tersebut adalah 143 untuk Tes Karakteristik Pribadi (TKP), 80 untuk Intelegensia Umum (TIU) dan 75 untuk Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Dari penjelasan diatas – disaat seseorang ingin lulus tes CPNS, maka setiap nilai dari ketiganya haruslah mencapai nilai yang telah dijelaskan – andai tidak memenuhi walaupun salah satu saja, maka bisa dipastikan kamu tidak akan bisa meraih impian menjadi seorang abdi negara.

Untuk lebih memahami, berikut kami berikan contoh:

“Dalam tes CAT CPNS, Anita mendapatkan Nilai Karakteristik Pribadi sebesar 145 (Nilai ini lebih besar dari minimal kelulusan sebesar 143), sedangkan TIU mendapatkan nilai 60 (lebih kecil dari syarat minimal 80) dan Tes Wawasan Kebangsaan mendapatkan 85 (lebih besar dari minimal kelulusan yang hanya mengisyaratkan 75).
Dari contoh nilai diatas, maka Anita tidak akan lulus CPNS – karena walaupun Ani mendapatkan Nilai besar di Tes Kepribadian dan Wawasan Kebangsaan, akan tetapi nilai ambang batas Ani untuk Intelegensia Umum tidak memenuhi syarat ambang batas kelulusan.”

Karena dalam artikel ini admin hanya akan mengupas mengenai Soal TIU, maka soal TWK akan dibahas di bagian artikel lain – sementara mengenai soal tes kompetensi pribadi sudah pernah dibahas detail di bagian “Mengenal Tes Kompetenssi Pribadi CAT CPNS”

Soal Tes Intelegensi Umum CPNS

Tes Intelegensi Umum merupakan salah satu bentuk tes psikologi yang dapat mengungkap apa yang telah dicapai seseorang secara intelektual. Karena mengungkap kualitas intelektual, maka tinggi/rendah-nya nilai TIU sering dihubungkan dengan tinggi/rendah-nya tingkat kecerdasan.

Tes TIU juga bertujuan untuk mengukur kapasitas berpikir seorang calon ASN, sehingga hasil tes ini dapat memprediksi apakah seorang ASN akan lebih berhasil dalam prestasi kerjanya ataukah tidak. Selain itu, tes ini bisa mengukur tingkat stress seseorang dikaitkan dengan tuntutan pekerjaan di instansi nantinya.

Calon pelamar yang memiliki kemampuan berpikir yang tinggi akan memiliki proses berpikir dan strategi pemecahan masalah yang efektif dan efisien yang membuatnya lebih mudah mempelajari dan menyelesaikan persoalan, sehingga dia tidak mudah untuk mengalami kecemasan dalam bekerja dan akan memiliki prestasi bekerja yang lebih baik.

Secara umum Tes TIU CAT CPNS meliputi: tes verbal, tes kuantitatif dan tes penalaran.

Tes Verbal

Dalam tes verbal ini kemampuan dan kecakapan berbahasa baik penguasaan perbendaharaan kata, tata bahasa, maupun kemampuan memahami teks dari peserta tes.

Mengapa tes ini dilakukan? Karena ada indikasi hubungan antara kemampuan verbal seseorang dengan inteligensinya, di mana semakin banyak informasi yang diketahui maka semakin tinggi wawasan dan pengetahuan orang tersebut sehingga semakin tinggi juga inteligensinya.

Dalam tes verbal ini terdiri dari tes padanan kata (sinonim), tes lawan kata (antonim), tes perbandingan kata (analogi), dan tes pemahaman wacana. Kunci utama dalam menyelesaikan tes ini adalah daya ingat yang tinggi dan kemampuan perbendaharaan kata. Pada bagian tes persamaan kata dan lawan kata, Anda dituntut untuk menguasai vocabulary atau perbendaharaan kata bahasa sebaik mungkin karena pada bagian ini Anda harus menentukan kata yang mempunyai arti paling dekat atau paling bertentangan dengan yang diberikan.

Salah satu tips untuk menghadapi tes model ini adalah dengan banyak membaca dari kamus‐kamus, ensiklopedia, situs www.wikipedia.com, ataupun surat kabar. Sementara untuk lebih memudahkan Anda memilih jawaban yang paling berpeluang benar adalah dengan mengeliminasi pilihan jawaban yang sudah jelas salah. Berikut adalah beberapa contoh soal bentuk baru yang diambil dari Paket LKIT 2018 sebagai bahan pembelajaran CPNS terbaik di Indonesia.

Contoh Soal Tes Sinonim:

1. Jadwal istirahat, makan, dan minum setiap hari bergantung compoh.
A. penjual
B. pembantu
C. pesuruh
D. pembersih
E. pemasak

Contoh Soal Tes Antonim

1. Cukup lasuh kendaraan bermotor dan mobil di Jalan Mangkubumi.
A. penuh
B. ramai
C. lancar
D. macet
E. pelan

Contoh Tes Analogi

1. Mata : Wajah =
A. Kayu : Hutan
B. Lampu : Jalan
C. Ranjang : Kamar
D. Radio : Tape
E. Pensil : Buku

Tes Kuantitatif

Banyak orang berpendapat bahwa kemampuan menghitung angka‐angka dan komputasi sangat berkaitan erat dengan tingkat inteligensi seseorang. Hal ini ada benarnya karena seseorang yang mempunyai kecerdasan tinggi dapat menyelesaikan perhitungan angka‐angka dengan cepat. Namun bagaimanapun juga, faktor latihan sangat berpengaruh terhadap tes ini. Tes kuantitatif mempunyai banyak variasi, di antaranya: tes kecerdasan, tes seri angka dan huruf, tes kemampuan numerik (numerical test), serta tes aritmatik (arithmetical test).

Pada bagian tes ini, kemampuan seorang pelamar dalam “bermain” angka dan mengatasi masalah yang berhubungan dengan soal aritmatika akan diuji. Perhatikan bahwa pada bagian ini, pelamar tidak hanya dituntut BISA, tapi juga harus CEPAT dan EFEKTIF. Apa maksudnya? Dalam tes sesungguhnya, waktu yang diberikan akan sangat sedikit sehingga harus CEPAT dalam mengerjakan soal. Jika mustahil untuk mengerjakan semua soal yang diberikan, maka bertindaklah EFEKTIF, baca dan kerjakan soal yang mudah, tinggalkan soal yang hanya untuk membacanya saja sudah “ngos‐ngosan”.

Untuk lebih memahami soal mana saja yang mudah atau sulit, banyaklah berlatih mengerjakan soal jenis ini, maka anda akan lebih bisa “meraba” soal yang mudah dan sebaiknya dikerjakan sehingga tidak membuang buang waktu.

Contoh Soal Aritmetika 

1. 4(a+2b)-3(a+b)+2(3a+2b)-(3a+2b)= ….
A. 2(5a+4b)
B. 4(a+2b)
C. 2(2a+b)
D. 4(a+b)
E. 4(a+4b)

2. 1, 2, 5, 4, 4, 6, 7, 6, 7, …, …, … .
A. 10, 12, 15
B. 8, 11, 10
C. 8, 8, 13
D. 8, 9, 13
E. 10, 8, 8


Contoh Soal Logika Aritmetika

1. Seorang penjual batik membeli kain batik 3 jenis, yaitu jenis A sebanyak 15 m, kain jenis B 20 m, dan kain jenis C 25 meter. Jika keuntungan yang diperoleh jenis A sebesar Rp 7.500,00/meter, jenis B sebesar Rp 10.000,00/meter, jenis C Rp 5.000,00/meter, maka keuntungan yang diperoleh ketika kain terjual semua adalah….
A. Rp 537.500,00
B. Rp 450.000,00
C. Rp 437.500,00
D. Rp 225.000,00
E. Rp 22.500,00

2. Nilai Anto 40 kurang dari dua kali nilai Beti. Nilai Beti 20 lebih dari setengah nilai Chandra. Jika nilai Chandra 90, maka pernyataan berikut yang benar adalah ….
A. nilai Anto paling tinggi
B. nilai Chandra paling tinggi
C. nilai Beti sama dengan nilai Anto
D. nilai Anto sama dengan nilai Chandra
E. nilai Beti sama dengan nilai Chandra

3. Sebuah bus menempuh jarak sejauh 50 kilometer dan dengan waktu yang sama, minibus menempuh jarak 40 kilometer. Jika minibus menempuh jarak 60 kilometer, maka busnya menempuh jarak ….
A. 80
B. 70
C. 65
D. 60
E. 75

4. Dua bilangan mempunyai perbandingan 5 : 7. Jika jumlah dua bilangan adalah 300, maka bilangan yang terkecil adalah ….
A. 95
B. 100
C. 105
D. 115
E. 125

5. Banyaknya ubin marmer berukuran 60 cm setiap sisinya untuk dipasang menutupi lantai yang panjangnya 10 m dan lebarnya 9 m adalah … buah.

A. 540
B. 500
C. 278
D. 250
E. 167

Tes Penalaran

Tes penalaran/logika digunakan untuk mengetahui bagaimana cara seseorang dalam mencerna dan menganalisis suatu informasi untuk kemudian menarik kesimpulan logis. Sehingga apabila peserta tes dihadapkan pada permasalahan yang pelik, ia tidak langsung meminta nasihat dari orang yang lebih berpengalaman tetapi berusaha semampunya untuk memecahkan masalah sendiri. Dengan demikian peserta tes dapat diketahui tingkat kebiasaan berpikir ilmiahnya (logis) sehingga diharapkan mereka nantinya tidak akan pernah puas dengan pengalamannya saja tetapi mencari dasar dan hukum‐hukum yang dapat memberi penjelasan tentang pengalamannya itu. Tes logika ini secara umum terdiri dari dua bagian, yaitu penalaran logis dan penalaran analitik.

Tes Penalaran Logis

Untuk mengatasi soal bagian ini, buatlah kesimpulan‐kesimpulan dari pernyataan yang diberikan secara tertulis, untuk lebih memahami apa yang ditanyakan dan apa yang dibutuhkan untuk menjawab. Soal ini merupakan bentuk permainan logika kata, bahkan bisa berupa teka‐teki logika, jadi Anda harus sesering mungkin melatih diri Anda “berlogika ria” sehingga tidak cepat pusing bila berhadapan dengan soal teka‐teki logika. Selalu ingat untuk CEPAT dan EFEKTIF dalam mengerjakan soal! Jangan paksakan mengerjakan soal yang hanya akan membuang waktu untuk berpikir Anda tapi tidak mendapatkan jawabannya.

Contoh soal:

1. Dila lebih pintar daripada Dika. Dila lebih pintar daripada Dina dan Dani
A. Dika lebih pintar daripada Dina.
B. Dika lebih pintar daripada Dani.
C. Dina dan Dani memiliki tingkat kepintaran yang sama.
D. Dia paling pintar di antara mereka.

Tes Penalaran Analitis

Soal jenis ini relatif lebih sukar. Anda harus cermat dalam menganalisa soal. Langkah penyelesaian yang paling mudah adalah dengan menerjemahkan soal ke dalam bentuk bagan, gambar, diagram alur, atau model matematika.

Contoh soal:

Enam anggota DPRD yang tengah melakukan studi banding di suatu kota menginap di sebuah hotel kecil yang mempunyai enam kamar. Tiga buah kamar dengan ukuran yang berbeda. Tiga buah kamar dengan ukuran yang sama terletak pada lantai 1 dan tiga lainnya terletak di lantai 2 yang masing‐masing adalah kamar no. 4, 5 dan 6. Mengingat fasilitas yang ada pada masing‐masing kamar dan pembagian pekerjaan di antara keenam anggota DPRD tersebut, maka dibuat pembatasan sebagai berikut:

  • A akan menempati kamar nomor dua
  • Kamar B tidak boleh berdekatan dengan kamar E
  • Kamar A tidak boleh berdekatan dengan kamar C
  • Kamar D tidak boleh di atas/di bawah kamar E

1. Apabila kamar C tepat di atas kamar F, maka pernyataan berikut ini manakah yang benar?
A. Kamar B berada di sebelah kamar C
B. Kamar B berada di lantai 1
C. Kamar D berada di lantai 2
D. Kamar E berada di lantai 2

2. Apabila kamar B terletak di sebelah kamar F, maka pernyataan berikut ini manakah yang tidak benar?
A. Kamar B tepat berada di atas kamar A
B. Kamar C berada tepat di sebelah kamar B
C. Kamar D tepat berada di bawah kamar C
D. Kamar E tepat di atas kamar A

Baca Juga:
    Demikian informasi yang dapat kuambil.com berikan mengenai  Rahasia Soal TIU – Tes Intelegensi Umum CAT CPNS, Semoga ada manfaatnya untuk kita semua.
    Loading...

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    18 + fourteen =