Model Kurikulum Program Studi PPG Dalam Jabatan 2019

Model Kurikulum Program Studi PPG Dalam Jabatan 2019

Posted on

Pada kesempatan kali ini admin akan membagikan Model Kurikulum Program Studi PPG Dalam Jabatan 2019, yang mana model kurikulum ini yang akan digunakan dalam proses pembelajaran PPG 2019, langsung saja simak dibawah ini.

Model Kurikulum Program Studi PPG

Kurikulum Program Studi PPG dikembangkan dengan mengacu pada (1) Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (UUGD), Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2008 tentang Guru, Peraturan Presiden Nomor 12 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), Peraturan Menteri Riset teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti), Serta Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor…………tentang Standar Pendididkan Guru.

Kurikulum PPG dikembangkan dengan mengacu pada prinsip acitivity based curriculum atau experience based curriculum bukan subject matter curriculum seperti pada pendidikan akademik. Implikasi dari prinsip ini, pembelajaran dalam Program PPG berbentuk aktivitas/kegiatan, yaitu berupa lokakarya pengembangan perangkat pembelajaran sebagai wujud implementasi dari konsep TPACK yaitu technological pedagogical content knowledge (Koehler & Mishra, 2008).

Program Studi PPG di Indonesia sesuai dengan amanah Undang-undang, baik Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan Dosen dan Undang-undang Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi menganut pola konsekutif atau model berlapis, yaitu pendidikan yang dilaksanakan setelah program akademik (S-1).

Baca Juga: Persyaratan Calon Mahasiswa Program Studi PPG 2019 Bersubsidi

Secara umum model kurikulum Program PPG dapat digambarkan sebagai berikut:

Tabel 1. Model Kurikulum Program PPG

No Isi Kurikulum Proporsi
     
1 Pemantapan akademik pedagogik atau bidang 60%
  studi dan keprofesian; dan lokakarya  
  pengembangan perangkat pembelajaran dan  
  rencana penelitian tindakan  
     
2 Praktik Pengalaman Lapangan 40%

Model ini selanjutnya akan dikembangkan ke dalam struktur kurikulum yang disesuaikan dengan luaran lulusan Program Studi PPG oleh LPTK penyelenggara Program Studi PPG, sesuai dengan UU Pendidikan Tinggi No. 12/2012 pasal 35 dan 36.

Kurikulum Program Studi PPG berisi beberapa kegiatan yang tersebar di semester pertama dan di semester kedua, baik berupa kegiatan akademik maupun non-akademik. Kegiatan akademik semester pertama berupa lokakarya pengembangan perangkat pembelajaran, presentasi hasil pengembangan perangkat pembelajaran, dan peerteaching, serta pendalaman atau penguatan materi bidang studi/keahlian. Kegiatan akademik semester kedua berupa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dan bagi PPG kejuruan ada kegiatan praktik di industri.

Kegiatan kehidupan di asrama atau sarana lain berupa beberapa kegiatan untuk mendukung pengembangan kompetensi sosial dan kepribadian. Kegiatan kehidupan di asrama atau sarana lain diatur dalam pedoman tersendiri.

  1. Capaian Pembelajaran Lulusan Bidang Studi PPG

Capaian Pembelajaran Lulusan Bidang Studi (CPBS) merupakan rumusan pernyataan dari standar kompetensi lulusan Program Studi PPG, berupa sejumlah kompetensi yang harus dimiliki oleh lulusan program PPG. Daftar kompetensi yang harus dimiliki oleh pendidik profesional ini beserta subkompetensi dan indikatornya, disajikan dalam Tabel berikut.

Tabel 2. Kompetensi Lulusan Program Studi PPG, Subkompetensi, dan Indikatornya

No. Kompetensi Sub-Kompetensi Indikator
         
1. Pedagogik a. Merencanakan 1) Merumuskan indikator
      pembelajaran kompetensi dan capaian
        pembelajaran
        berdasarkan standar
        kompetensi lulusan.
        2) Mengorganisasikan
        materi, proses, sumber,
        media, penilaian, dan
        evaluasi pembelajaran
        3) Menyusun Rencana
        Pelaksanaan
        Pembelajaran (RPP)
        sesuai silabus dengan
        menerapkan prinsip
        Techno-Pedagogical
         

No.  Kompetensi   Sub-Kompetensi Indikator

b. Melaksanakan Mewujudkan suasana dan
pembelajaran proses pembelajaran yang
  mendidik dan
  mencerdaskan sesuai
  dengan kaidah pedagogik
  untuk memfasilitasi
  pengembangan potensi diri
  dan karakter siswa
   
c.  Menilai dan 1) Melaksanakan penilaian
mengevaluasi otentik-holistik yang
pembelajaran mencakup ranah sikap,
  pengetahuan, dan
  keterampilan
  (assessmen of learning)
  2) Melaksanakan penilian
  sebagai proses belajar
  (assessment as learning)
  3) Menggunakan hasil
  penilaian untuk
  meningkatkan kualitas
  pembelajaran.
  (assessment for learning)

No. Kompetensi Sub-Kompetensi   Indikator
       
2. Kepribadian Berperilaku sesuai 1) Mengamalkan ajaran
    dengan norma   agama yang dianutnya
    agama, norma   sebagai insan yang
    hukum, norma   beriman, bertaqwa, dan
    sosial, etika, dan   berakhlak mulia.
    nilai budaya   2) Memiliki jiwa dan rasa
       
          kebangsaan dan cinta
          tanah air berdasarkan
          Pancasila, Undang-
          Undang Dasar Negara
          RepubIik Indonesia
          Tahun 1945, komitmen
          NKRI, dan semangat
          Bhinneka Tunggal Ika.
        3) Menunjukkan
          kesadaran hukum
          dengan melaksanakan
          norma sesuai peraturan
          peundang-undangan di
          bidang pendidikan dan
          keguruan.
        4) Tampil sebagai pribadi
          teladan yang jujur,
          berakhlak mulia,
          beretos kerja,
          bertanggung jawab, dan
          bangga menjadi guru.
        5) Memiliki sikap mau
          mengembangkan diri
          secara mandiri dan
          berkelanjutan.
         
3. Sosial Memiliki   1) Berkomunikasi dan
    kemampuan     berinteraksi dengan
    berkomunikasi,   peserta didik, guru,
    berinteraksi, dan   tenaga kependidikan,
    beradaptasi secara   orang tua, dan
    efektif  dan efisien   masyarakat secara lisan
    dengan peserta   dan tulisan dengan
           

No. Kompetensi Sub-Kompetensi   Indikator
           
    didik, sesama guru,   santun, efektif, dan
    orangtua/wali   dan   produktif
    masyarakat sekitar 2) Berpartisipasi sebagai
       
          warga negara yang baik
          dalam pembangunan
          bangsa
        3) Memiliki komitmen
          mengadaptasi dan
          menggunakan teknologi
          informasi dan
          komunikasi dalam
          melaksanaan tugas
          profesionalnya
           
4. Profesional a. Menguasai 1) Menganalisis
      materi pelajaran   kompetensi (capaian
      secara luas dan   pembelajaran) sebagai
      mendalam   dasar pemilihan materi
        2) Menerapkan dan
          mengevaluasi materi,
          struktur, konsep, dan
          pola pikir keilmuan
          yang mendukung
          pengembangan ilmu
          pengetahuan, teknologi,
          dan seni (ipteks).
         
    b. Menguasai dan 1) Menguasai konsep,
      menemukan   pendekatan, teknik,
      konsep,   atau metode keilmuan,
      pendekatan,   teknologi, atau seni
      teknik, dan   yang relevan
      metode ilmu 2) Menemukan konsep,
      pengetahuan,
        pendekatan, teknik,
      teknologi, atau  
        atau metode baru
      seni yang relevan  
        dalam ilmu
         
          pengetahuan, teknologi,
          atau seni yang relevan
           

Capaian Pembelajaran Lulusan Bidang Studi PPG diurai menjadi capaian pembelajaran mata kuliah (kegiatan akademik Program PPG) melalui tahapan pengembangan kurikulum PPG oleh LPTK penyelenggara Program Studi PPG, sesuai dengan UU Pendidikan Tinggi No. 12/2012 pasal 35 dan 36.

Baca Juga : Download Juknis PPG Dalam Jabatan Tahun 2019

  1. Tahapan Pengembangan Kurikulum Program Studi PPG

Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) menjadi parameter ukur berupa jenjang kualifikasi dari jenjang 1 (terendah) sampai dengan jenjang 9 (tertinggi). Pendidikan Guru meliputi Pendidikan PPG (jenjang

  • dan Pendidikan Profesi Guru (jenjang 7). Setiap jenjang KKNI bersepadan dengan level Capaian Pembelajaran (CP) program studi pada jenjang tertentu. CP pada setiap level KKNI diuraikan dalam deskripsi sikap dan tata nilai, kemampuan, pengetahuan, tanggung jawab, dan hak dengan pernyataan yang ringkas yang disebut dengan deskriptor generik. Tiap-tiap deskriptor menjadi indikator kedalaman dan level dari CP sesuai dengan jenjang program studi.

Berdasarkan alasan tersebut pengembangan Kurikulum Pendidikan Guru di Program Program Profesi Guru mengikuti deskriptor generik KKNI yang disesuaikan jenjangnya. Pengembangan kurikulum harus dilaksanakan melalui prosedur yang sistematis, sistemis, dan realistis. Hal itu bermakna pengembangan kurikulum harus didasarkan pada argumen-argumen yang rasional serta hasil kajian yang komprehensif dan objektif. Secara operasional pengembangan Kurikulum Program Profesi Guru dilaksanakan melalui prosedur sebagai berikut.

  1. Telaah bidang keilmuan dan keahlian,
  2. Kajian kebutuhan masyarakat dan stakeholders,
  3. Evaluasi kurikulum yang sedang berjalan,
  4. Perumusan profil lulusan,
  5. Perumusan capaian pembelajaran,
  6. Pemilihan dan penetapan bobot bahan kajian,
  7. Pembentukan kegiatan PPG, bobot sks dan deskripsinya,
  8. Penyusunan struktur kurikulum tiap jenjang program studi, dan
  9. Penyusunan rencana pembelajaran semester (RPS).

Tahapan pengembangan kurikulum dapat digambarkan sebagai berikut.

Tahapan pengembangan Pengembangan kurikulum PPG setelah dilakukan analisis SWOT untuk menelaah bidang keilmuan dan keahlian, kajian kebutuhan masyarakat dan stakeholders, evaluasi kurikulum yang sedang berjalan, maka selanjutnya dapat dilanjutkan untuk tahapan beriakut.

Penetapan Profil Lulusan Bidang Studi PPG (CPL BS PPG)

Profil lulusan bidang studi PPG adalah postur atau peran yang dapat dilakukan oleh lulusan yang diharapkan pada saat pembelajar lulus atau menyelesaikan seluruh proses pembelajaran sesuai dengan jenjang KKNI. Profil lulusan PPG ditetapkan oleh bidang studi

berdasarkan hasil analisis perkembangan keilmuan dan keahlian, analisis kebutuhan lapangan dan pemangku kepentingan, serta hasil evaluasi kurikulum yang sedang berlaku. Bidang studi PPG yang telah memiliki alumni, dapat mengevaluasi hasil penelusuran lulusannya untuk melihat kelebihan dan kekurangan berdasarkan respons pengguna lulusan sehingga dapat dikenali kemampuan yang perlu dikuatkan dan ditambahkan.

Penentuan profil juga wajib merujuk pada jenjang kualifikasi lulusan sesuai dengan KKNI. Aspek yang perlu menjadi pertimbangan mencakupi sikap dan tata nilai, kemampuan, pengetahuan, tanggung jawab dan hak yang akan diemban oleh seorang lulusan. Kesesuaian tersebut dilakukan dengan membandingkan terhadap diskriptor generik KKNI.

Kekhasan bidang studi PPG dapat dibangun melalui penggalian potensi dan keunggulan daerah serta melihat tantangan dan permasalahan ke depan yang dapat dipecahkan oleh kemampuan yang dimiliki lulusan bidang studi PPG sesuai jenjangnya. Demikian halnya dengan perkembangan berbagai sektor yang muncul di masyarakat harus dapat diakomodasi sehingga turut dalam mewarnai profil. Profil yang telah terdefinisi dengan jelas akan menjadi dasar dalam perumusan CPBS. Bidang studi PPG setidaknya memiliki satu profil lulusan yang ditetapkan.

  1. Perumusan Capaian Pembelajaran Lulusan Bidang Studi (CPBS) Pengertian capaian pembelajaran menurut KKNI (Perpres RI No. 8 Tahun 2012) adalah internasilisasi dan akumulasi ilmu pengetahuan, pengetahuan, pengetahuan praktis, keterampilan, afeksi, dan

kompetensi yang dicapai melalui proses pendidikan yang terstruktur dan mencakupi suatu bidang ilmu/keahlian tertentu atau melalui pengalaman kerja. Standar kompetensi lulusan merupakan kriteria minimal tentang kualifikasi kemampuan lulusan yang meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan, yang dinyatakan dalam rumusan Capaian Pembelajaran Lulusan Bidang Studi.

Baca Juga : Jadwal PPG Dalam Jabatan Tahun 2019 Serta Persyaratannya

Setiap rumusan profil yang ditetapkan bidang studi PPG menuntut kompetensi yang harus dimiliki lulusannya, disebut Standar Kompetensi Lulusan. Standar Kompetensi Lulusan tersebut menurut SN-Dikti dinyatakan sebagai Capaian Pembelajaran Lulusan Bidang Studi. Deskripsi Capaian Pembelajaran Lulusan Bidang Studi (CPBS) menjadi komponen penting dalam rangkaian penyusunan kurikulum pendidikan tinggi. Secara umum CPBS dapat berperan dengan beragam fungsi, yaitu: (a) sebagai penciri, deskripsi, atau spesifikasi dari bidang studi PPG; (b) sebagai ukuran, rujukan, pembanding pencapaian jenjang pembelajaran dan pendidikan; (c) kelengkapan utama deskripsi dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI); dan (d) sebagai komponen penyusun kurikulum dan pembelajaran.

Sikap terwujud dalam perilaku benar dan berbudaya sebagai hasil dari internalisasi nilai dan norma yang tercermin dalam kehidupan spiritual, personal, dan sosial melalui proses pembelajaran, pengalaman kerja mahasiswa, penelitian dan/atau pengabdian kepada masyarakat yang terkait pembelajaran. CP sikap tertuang dalam lampiran SN-Dikti yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dan kekhasan program PPG yang akan meneruskan pendidikan profesi untuk menjadi guru profesional. Keterampilan merupakan kemampuan melakukan unjuk kerja dengan menggunakan konsep, teori, metode, bahan, dan/atau instrumen, yang diperoleh melalui pembelajaran, pengalaman kerja mahasiswa, penelitian dan/atau pengabdian kepada masyarakat yang terkait pembelajaran. Keterampilan dikelompokkan menjadi dua, yakni keterampilan umum dan keterampilan khusus.

Keterampilan umum merupakan kemampuan kerja umum yang wajib dimiliki oleh setiap lulusan dalam rangka menjamin kesetaraan kemampuan lulusan sesuai tingkat program dan jenis pendidikan tinggi. CP keterampilan umum tertuang dalam lampiran SN-Dikti yang harus dikembangkan sesuai kebutuhan dan kekhasan program PPG yang akan meneruskan pendidikan profesi untuk menjadi guru profesional. Keterampilan khusus merupakan kemampuan kerja khusus yang wajib dimiliki oleh setiap lulusan sesuai dengan bidang keilmuan bidang studi PPG. Pengetahuan merupakan penguasaan

konsep, teori, metode, dan/atau falsafah bidang ilmu tertentu secara sistematis yang diperoleh melalui penalaran dalam proses pembelajaran, pengalaman kerja mahasiswa, penelitian dan/atau pengabdian kepada masyarakat yang terkait dengan pembelajaran.

Capaian pembelajaran Program PPG meliputi kompetensi pedagogis, kompetensi profesional, kompetensi sosial, dan kompetensi kepribadian.

Capaian pembelajaran mencakup Capaian Pembelajaran Lulusan Bidang Studi (CPBS), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) dan subcapaian pembelajaran mata kuliah.

Pembentukan Mata Kuliah/Mata kegiatan

 Pemilihan Bahan Kajian Dan Penyusunan Matriks CPBS

Bahan kajian adalah suatu bangunan ilmu, teknologi atau seni, objek yang dipelajari, yang menunjukkan ciri cabang ilmu tertentu, atau dengan kata lain menunjukkan bidang kajian atau inti keilmuan suatu bidang studi PPG. Bahan kajian dapat pula merupakan pengetahuan/bidang kajian yang akan dikembangkan, keilmuan yang sangat potensial atau dibutuhkan masyarakat untuk masa datang. Pilihan bahan kajian ini sangat dipengaruhi oleh visi keilmuan bidang studi PPG yang bersangkutan, yang biasanya dapat diambil dari program pengembangan bidang studi PPG (misalnya diambil dari pohon penelitian bidang studi PPG). Tingkat keluasan, kerincian, dan kedalaman bahan kajian ini merupakan pilihan otonom masyarakat ilmiah di bidang studi PPG tersebut. Bahan kajian tidak merupakan mata kuliah. Bahan kajian dikembangkan berdasarkan rumusan Capaian Pembelajaran Lulusan Bidang Studi.

SETIAP LULUSAN

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU MEMILIKI CAPAIAN PEMBELAJARAN SEBAGAI BERIKUT:

SIKAP:

  1. bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap religius;
  2. menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan agama, moral, dan etika;
  3. berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan kemajuan peradaban berdasarkan Pancasila;
  4. berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air, memiliki nasionalisme serta rasa tanggungjawab pada negara dan bangsa;
  5. menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, dan kepercayaan, serta pendapat atau temuan orisinal orang lain;
  6. bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan;
  7. taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara;
  8. menginternalisasi nilai, norma, dan etika akademik;
  9. menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang keahliannya secara mandiri;
  10. menginternalisasi semangat kemandirian, kejuangan, dan kewirausahaan;
  11. menunjukkan perilaku yang sesuai dengan kode etik guru Indonesia; dan
  12. mempunyai ketulusan, komitmen, kesungguhan hati untuk mengembangkan sikap, nilai, dan kemampuan peserta didik dengan dilandasi oleh nilai-nilai kearifan lokal dan ahlak mulia serta memiliki motivasi untuk berbuat bagi kemaslahatan peserta didik dan masyarakat pada umumnya.

 PENGUASAAN PENGETAHUAN:

  1. konsep teoretis materi pelajaran yang diampu secara mendalam;
  2. teori aplikasi pedagogis (pedagogical content knowledge) minimal teori belajar, evaluasi proses dan hasil belajar, kurikulum, dan prinsip-prinsip pembelajaran bidang studi yang mendidik;
  3. konsep umum, prinsip, metode, dan teknik penelitian kependidikan;
  4. prinsip dan teknik penggunaan teknologi informasi dan komunikasi di dalam pembelajaran;
  5. pengetahuan faktual tentang peraturan perundangan pendidikan dan keguruan yang berlaku.

KETERAMPILAN KHUSUS:

  1. mampu merencanakan pembelajaran yang mendidik sesuai dengan karakteristik pembelajaran mata pelajaran yang diampu, meliputi:
  • merumuskan indikator kompetensi dan capaian pembelajaran berdasarkan standar kompetensi lulusan;
  • menetapkan materi, proses, sumber, media, penilaian, dan evaluasi pembelajaran; dan
  • menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai silabus pada kurikulum yang berlaku;
  1. mampu melaksanakan pembelajaran yang mendidik dengan suasana dan proses pembelajaran yang sesuai dengan kaidah pedagogik untuk memfasilitasi pengembangan karakter dan potensi diri siswa sebagai pembelajar mandiri (self-regulated learner);
  2. mampu menilai dan mengevaluasi pembelajaran meliputi:
  • melaksanakan penilaian otentik-holistik yang mencakup ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan; dan
  • menggunakan hasil penilaian untuk meningkatkan kualitas pembelajaran;
  1. mampu merancang dan melaksanakan penelitian yang relevan dengan masalah pembelajaran sesuai kaidah penelitian ilmiah;
  2. mampu mengadaptasi dan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dalam melaksanakan tugas profesionalnya; dan
  3. mampu berkomunikasi dan berinteraksi dengan peserta didik, rekan sejawat, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat secara lisan dan tulisan dengan santun, efektif, dan produktif.

KETERAMPILAN UMUM:

  1. mampu bekerja di bidang keahlian pokok untuk jenis pekerjaan yang spesifik dan memiliki kompetensi kerja yang minimal setara dengan standar kompetensi kerja profesinya;
  2. mampu membuat keputusan yang independen dalam menjalankan pekerjaan profesinya berdasarkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan kreatif;
  3. mampu mengomunikasikan pemikiran/argumen atau karya inovasi yang bermanfaat bagi pengembangan profesi dan kewirausahaan, yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan etika profesi, kepada masyarakat terutama masyarakat profesinya;
  4. mampu melakukan evaluasi secara kritis terhadap hasil kerja dan keputusan yang dibuat dalam melaksanakan pekerjaannya oleh dirinya sendiri dan oleh sejawat;
  5. mampu meningkatkan keahlian keprofesiannya pada bidang yang khusus melalui pelatihan dan pengalaman kerja;
  6. mampu meningkatkan mutu sumber daya untuk pengembangan program strategis organisasi;
  7. mampu memimpin suatu tim kerja untuk memecahkan masalah pada bidang profesinya;
  8. mampu bekerja sama dengan profesi lain yang sebidang dalam menyelesaikan masalah pekerjaan bidang profesinya;
  9. mampu mengembangkan dan memelihara jaringan kerja dengan masyarakat profesi dan kliennya;
  10. mampu melaksanakan tugas profesional guru sesuai tuntutan peraturan perundangan bidang pendidikan dan kode etik guru Indonesia yang berlaku;
  11. mampu meningkatkan kapasitas pembelajaran secara mandiri;
  12. mampu berkontribusi dalam evaluasi atau pengembangan kebijakan nasional dalam rangka peningkatan mutu pendidikan profesi atau pengembangan kebijakan nasional pada bidang profesinya; dan
  13. mampu mendokumentasikan, menyimpan, mengaudit, mengamankan, dan menemukan kembali data dan informasi untuk keperluan pengembangan hasil kerja profesinya.

Bahan Kajian dan Penetapan mata kuliah

Mata kuliah merupakan kumpulan bahan kajian yang terstruktur. Bahan kajian satu terkait dari bahan berikutnya dari yang bersifat umum dan sederhana ke yang lebih kompleks.

Baca Juga : Sergur.id Alamat Cek Penempatan LPTK Calon Peserta PPG 2019

Dari pohon keilmuan Program PPG, dapat dirumuskan Bahan Kajian Generik untuk Prodi PPG, Bahan Kajian Generik untuk Prodi PPG adalah sebagai berikut.

  1. Keprofesian Guru
  2. Pendalaman Materi Pedagogis
  3. Pendalaman Materi Bidang Studi/Keahlian
  4. Perencanaan Pembelajaran…
  5. Penilaian Pembelajaran…
  6. Peerteaching
  7. Perencanaan Penelitian Tindakan
  8. Penelitian tindakan
  9. PPL
  10. Kehidupan Berasrama

Dari CPLGenerik Prodi PPG tersebut, dengan melibatkan Bidang Studi atau Asosiasi Bidang Studi, dapat dirumuskan Capaian Pembelajaran Bidang Studi (CPBS). Disisi lain, dari Bahan Kajian Generik,dengan melibatkan Bidang Studi atau Asosiasi Bidang Studi, dapat dirumuskan pula Bahan Kajian untuk Bidang Studi tertentu atau Bahan Kajian BS

Peta kaitan bahan kajian BS dan CPBS secara simultan juga digunakan untuk analisis pembentukan mata kuliah. Hal ini dapat ditempuh dengan menganalisis kedekatan bahan kajian serta kemungkinan keefektifan pencapaian CPBS bila beberapa bahan kajian dipelajari dalam satu mata kuliah, dan dengan strategi atau pendekatan pembelajaran yang tepat. Berikut adalah contoh matriks hubungan antara capaian pembelajaran, bahan kajian dan mata kuliah.

Untuk lebih lengkapnnya mengenai Model Kurikulum Program Studi PPG Dalam Jabatan 2019 , Silahkan Download Filenya DISINI

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × 1 =